TANJUNG SELOR — Kunjungan Kapolda Kaltara ke Tanjung Palas turut dihadiri pengurus adat, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Bulungan. Forum Adat Kesultanan Bulungan dinilai punya peran strategis merawat kerukunan warga sekaligus melestarikan nilai budaya setempat.
Dalam pertemuan itu, Andi Syahriful menegaskan komitmen Polri hadir di tengah masyarakat lewat semangat Polisi Bersama Masyarakat. Pendekatan yang dipakai adalah memperkuat kemitraan, membuka ruang komunikasi, dan mengedepankan cara humanis dalam bertugas.
Kapolda menekankan bahwa menjaga keamanan butuh dukungan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat kepolisian.
"Menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat," ujar Kapolda Kaltara.
Karena itu, sinergi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan. Situasi kamtibmas yang aman dan kondusif disebut hanya bisa tercipta kalau komunikasi antar pihak berjalan baik.
Forum Adat Kesultanan Bulungan berperan menjaga kerukunan, melestarikan nilai budaya, dan merawat kearifan lokal yang jadi identitas masyarakat Kaltara. Lewat kerja sama yang baik, potensi permasalahan di tengah warga diharapkan disikapi bijaksana melalui dialog dan kebersamaan.
Polda Kaltara menyatakan akan terus mempererat hubungan dengan lembaga adat dan seluruh elemen masyarakat. Langkah itu sebagai wujud pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, dan dekat dengan warga.
Kapolda berharap silaturahmi ini memperkuat sinergi Polri dan masyarakat. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan lewat tindakan nyata menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di Provinsi Kaltara.