TARAKAN — Rombongan legislator PKS Kalimantan Utara terbagi di empat kabupaten/kota dan satu provinsi. Rinciannya, 4 anggota DPRD Provinsi Kaltara, 5 anggota DPRD Kabupaten Nunukan, 3 anggota DPRD Kota Tarakan, 2 anggota DPRD Kabupaten Bulungan, serta 1 anggota DPRD Kabupaten Malinau.
Forum nasional itu berlangsung pada 19–21 Oktober 2026 dan diikuti sekitar 1.500 legislator PKS se-Indonesia. Tema yang diusung: "Kepemimpinan yang Melayani, Kebijakan Publik yang Inovatif".
Agenda bimtek dirancang untuk memperkuat kepemimpinan daerah, efektivitas tata kelola pemerintahan, dan manajemen keuangan daerah. Peserta juga dibekali materi inovasi pelayanan publik, pengawasan pengelolaan sumber daya alam, serta penyelarasan sinergi kebijakan pusat dan daerah.
Bagi legislator dari Kaltara, materi pengawasan SDA dan manajemen keuangan daerah relevan dengan posisi wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kedua isu itu kerap menjadi sorotan di daerah perbatasan.
Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tarakan yang juga Ketua Komisi I DPRD Kota Tarakan, Adyansa, menilai keikutsertaannya bukan sekadar pemenuhan agenda rutin partai. Menurut dia, bimtek menjadi langkah krusial untuk memperkuat pembelaan kepentingan rakyat di daerah.
"Alhamdulillah, banyak pemateri luar biasa yang memberikan pembekalan serta membedah isu-isu nasional strategis. Semua substansi dan materi yang kami dapatkan di sini tidak akan berhenti sebagai teori, melainkan akan kami bawa dan aplikasikan secara nyata sekembalinya ke DPRD Kota Tarakan," tegas Adyansa.
Politisi muda PKS itu menyatakan seluruh wawasan tata kelola pemerintahan yang diperoleh akan dikonversi menjadi tindakan nyata. Fokusnya mengawal pembentukan kebijakan daerah dan pengawasan anggaran, khususnya untuk memperjuangkan hak-hak dasar serta aspirasi masyarakat Tarakan.
Adyansa juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak bersikap apatis terhadap pembangunan daerah. Ia meminta anak muda berani mengambil peran.
"Bagi anak-anak muda, ayo semangat dan jangan mudah menyerah. Terus maju, berani bertarung, dan tunjukkan sikap gentleman untuk kemajuan daerah kita," pungkas Ketua PKS Muda Kota Tarakan itu.
Konsolidasi lewat bimtek nasional menjadi bagian dari peningkatan kapasitas wakil rakyat PKS. Bagi Kaltara, hasilnya akan diuji setelah para legislator kembali ke daerah masing-masing dan masuk ke pembahasan anggaran serta kebijakan di komisi.