TANJUNG SELOR — Pelaksana Tugas Kepala TVRI Stasiun Kalimantan Utara Ari Jaya Wijaya menyebut koordinasi lintas instansi sebagai langkah penting agar seluruh kebutuhan teknis dan pelayanan bagi masyarakat dipersiapkan secara optimal. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka HUT ke-5 TVRI Kaltara.
Rapat penetapan teknis pelaksanaan berlangsung di Tanjung Selor dan melibatkan sejumlah instansi. Hadir dalam rapat itu AKP Jaimin dari Polda Kalimantan Utara, Andi M. Ayub dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Bintoro Wibowo dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara, Andi Rajman dari Satpol PP Provinsi Kalimantan Utara, Karaca Patulak dari BKAD Provinsi Kalimantan Utara, serta penyedia jasa parkir CV Jasa Putra Rimba.
Pengelolaan parkir menjadi salah satu perhatian utama panitia. Sejumlah titik parkir disiapkan dengan pemisahan kendaraan roda dua dan roda empat.
Informasi lokasi parkir akan disosialisasikan kepada masyarakat untuk mengurangi potensi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan. Panitia juga berkoordinasi dengan instansi terkait soal pengaturan lalu lintas dan rute kegiatan Gowes serta Fun Run.
Penertiban pedagang kaki lima turut dibahas agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu akses pengunjung maupun kelancaran acara.
Ari menegaskan koordinasi tidak hanya berfokus pada kelancaran acara, tetapi juga kenyamanan pengunjung selama kegiatan berlangsung. Setiap unsur terkait diharapkan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
"Pengaturan di lapangan harus jelas. Mulai dari penempatan personel, pengelolaan parkir, penertiban pedagang, hingga kesiapan posko kesehatan dan ambulans. Semua harus terkoordinasi agar tidak menimbulkan kendala saat kegiatan berlangsung," katanya.
Dari sisi teknis produksi, kesiapan fasilitas pendukung seperti videotron, sistem suara, dan alat musik juga menjadi bagian pembahasan. Seluruh kebutuhan itu disiapkan untuk menunjang kualitas penyelenggaraan Symphony de Benuanta 2026.
Ari berharap perayaan HUT ke-5 TVRI Kaltara melalui Symphony de Benuanta tidak sekadar menjadi hiburan. Kegiatan itu diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk mengapresiasi kreativitas dan budaya lokal serta mendorong aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
"Kami berharap Symphony de Benuanta 2026 menjadi momentum kebersamaan masyarakat Kalimantan Utara. Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini diharapkan memberi ruang bagi kreativitas lokal dan membantu menggerakkan UMKM," tutupnya.
Persiapan teknis dan koordinasi lintas instansi akan terus dimatangkan hingga hari pelaksanaan. Masyarakat yang hendak hadir diminta memantau informasi resmi soal lokasi parkir dan pengaturan lalu lintas selama rangkaian acara berlangsung.