NUNUKAN — Verifikasi lapangan dilakukan staf Disperindagkop dan UKM Kaltara, Wahid Syahbani dan Agni Utami, untuk memastikan keberadaan pengusul, kepengurusan, alamat, serta aktivitas usaha yang diusulkan benar-benar berjalan.
Kegiatan menyasar UMKM 9999 Sejahtera di Jalan Lingkar, Nunukan Selatan, lalu UMKM An Nisa dan An Nur di Sungai Mantri, Nunukan Barat. Ketiga usaha tersebut sebelumnya menyampaikan kebutuhan sarana produksi kepada M. Nasir, anggota Komisi II DPRD Kaltara Dapil Nunukan.
Menurut para pelaku UMKM, tambahan peralatan dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas produk yang dipasarkan. Aspirasi itu lalu diteruskan M. Nasir ke Disperindagkop dan UKM Kaltara untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Wahid menjelaskan, kunjungan lapangan merupakan bagian penting dalam proses verifikasi sebelum sebuah usulan bantuan diputuskan.
"Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan keberadaan pengusul, kepengurusannya, alamatnya serta memastikan bahwa kegiatan usaha yang diusulkan memang benar-benar berjalan," terangnya.
Dinas juga memberikan pemahaman soal ketentuan yang harus dipatuhi calon penerima. Bantuan tidak dapat diajukan setiap tahun, barang yang diterima tidak boleh dijual atau dipindahtangankan, dan wajib dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi.
Hasil verifikasi lapangan selanjutnya menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk menentukan apakah pengusul memenuhi persyaratan dan layak menerima bantuan.
M. Nasir menyambut baik tindak lanjut tersebut. Ia menilai bantuan pemerintah harus diarahkan pada kebutuhan produktif yang mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap usaha masyarakat.
"Kalau bantuan diberikan, kita berharap alat itu benar-benar bekerja menghasilkan sesuatu. Produksi bertambah, kualitas meningkat, pemasaran berkembang dan pendapatan masyarakat ikut naik," kata M. Nasir.
Menurutnya, tujuan utama perjuangan aspirasi UMKM bukan sekadar agar masyarakat menerima barang bantuan, tetapi bagaimana bantuan tersebut mampu membuat usaha menjadi lebih mandiri dan berkembang.
"Bantuan alat bukanlah tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah UMKM kita naik kelas. Hari ini mungkin produksinya masih terbatas, tetapi dengan dukungan alat yang tepat kita berharap produksi bisa meningkat dan pasarnya semakin luas," ujarnya.
M. Nasir mendorong agar pembinaan UMKM dilakukan secara menyeluruh. Selain dukungan sarana produksi, pemerintah perlu terus membantu dalam peningkatan kualitas produk, kemasan, perizinan, promosi hingga perluasan pasar.
Ia menilai UMKM merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang harus mendapatkan perhatian serius karena keberadaannya langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
"UMKM ini tumbuh dari masyarakat. Banyak yang memulai usahanya dari rumah, dengan modal terbatas, tetapi punya semangat besar. Kalau mereka kita bantu berkembang, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat juga," tuturnya.
Sebagai wakil rakyat, M. Nasir mengatakan dirinya akan terus berusaha menjembatani kebutuhan masyarakat dengan program-program pemerintah yang tersedia.
"Tugas kami bukan hanya hadir saat masyarakat menyampaikan keluhan atau aspirasi. Yang lebih penting adalah apa yang bisa kita lakukan setelah mendengarnya. Kita komunikasikan, kita perjuangkan dan kita kawal prosesnya, tentu tetap sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Ia berharap proses verifikasi tersebut dapat menghasilkan keputusan terbaik sekaligus memastikan bantuan pemerintah diberikan secara tepat sasaran.
"Harapan kita, UMKM yang memang memenuhi persyaratan dan layak dibantu bisa mendapatkan dukungan. Ketika usaha masyarakat maju, penghasilan bertambah dan lapangan kerja terbuka, di situlah perjuangan peningkatan kesejahteraan masyarakat benar-benar terasa," pungkas M. Nasir.