Hari Jadi ke-27 Nunukan, Anggota DPRD Kaltara Muhammad Nasir Soroti Hilirisasi dan Pemerataan Listrik Perbatasan

Penulis: Galih Prayoga  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 11:01:31 WIB
Anggota DPRD Kaltara Muhammad Nasir menghadiri peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Fraksi PKS, Muhammad Nasir, S.Pi., M.M., menyebut tema resmi Hari Jadi ke-27 Kabupaten Nunukan, "Kreatif Berkarya, Nunukan Maju", relevan dengan kebutuhan daerah saat ini. Menurutnya, tema itu harus diterjemahkan menjadi gagasan, inovasi, dan karya nyata yang berdampak langsung ke masyarakat.

"Kreatif berkarya jangan berhenti menjadi slogan. Kreativitas itu harus hadir dalam cara kita mengelola potensi daerah, menyelesaikan persoalan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Ujungnya adalah Nunukan yang benar-benar semakin maju," ujar Muhammad Nasir.

Ekonomi Nunukan Rp42,73 Triliun, Kontribusi ke Kaltara 26,92 Persen

BPS mencatat perekonomian Kabupaten Nunukan pada 2025 mencapai sekitar Rp42,73 triliun dengan pertumbuhan 3,98 persen. Kontribusi Nunukan terhadap perekonomian Kaltara sekitar 26,92 persen, menandai posisi strategis daerah itu di provinsi.

Indikator kesejahteraan juga bergerak positif. Persentase penduduk miskin turun dari 6,79 persen pada 2021 menjadi 5,27 persen pada 2025. IPM Nunukan tahun 2025 mencapai 69,87, dengan peningkatan pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.

Nasir menegaskan pembangunan tidak cukup dinilai dari angka pertumbuhan saja. "Pertumbuhan ekonomi harus bisa dirasakan sampai ke rumah-rumah masyarakat. Ukuran keberhasilan kita adalah ketika masyarakat semakin mudah mendapatkan pekerjaan, usaha kecil berkembang, anak-anak memperoleh pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan semakin dekat, listrik dan air bersih tersedia, serta konektivitas antarwilayah semakin baik," katanya.

Tantangan Wilayah Kepulauan, Pedalaman, dan Perbatasan Negara

Sebagai wilayah kepulauan, pedalaman, sekaligus perbatasan negara, Nunukan menghadapi tantangan pembangunan yang berbeda dari daerah lain. Persoalan konektivitas jalan dan transportasi, pemerataan listrik, air bersih, telekomunikasi, pendidikan, kesehatan, hingga mahalnya biaya distribusi barang masih butuh perhatian bersama.

Pemerintah Provinsi Kaltara masih mendorong perluasan elektrifikasi wilayah perbatasan, termasuk melalui pembangunan PLTS di wilayah Kabupaten Nunukan. "Nunukan ini wilayahnya sangat luas. Ada Pulau Nunukan, Sebatik, wilayah pedalaman dan Krayan. Karena itu pendekatan pembangunan tidak bisa disamaratakan. Negara harus hadir sampai ke masyarakat yang paling jauh di perbatasan," tegasnya.

Nasir menilai koordinasi antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat harus semakin kuat. Banyak persoalan pembangunan daerah tidak bisa diselesaikan satu tingkat pemerintahan saja karena berkaitan dengan pembagian kewenangan dan kebutuhan anggaran besar.

"Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena kita terjebak pada kalimat itu bukan kewenangan kami. Kalau kewenangannya ada di pusat, kita perjuangkan ke pusat. Kalau ada di provinsi, kita dorong provinsi. Yang terpenting persoalan masyarakat harus mendapatkan jalan keluar," ujarnya.

Perbatasan Malaysia Didorong Jadi Beranda Ekonomi, Bukan Sekadar Batas Wilayah

Posisi Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia menurut Nasir tidak boleh hanya dipandang dari perspektif keamanan dan batas wilayah. Perbatasan harus dikembangkan menjadi beranda ekonomi Indonesia.

Perdagangan lintas batas, sektor perikanan dan kelautan, rumput laut, pertanian, perkebunan, peternakan, UMKM, hingga ekonomi kreatif dinilai punya ruang besar untuk dikembangkan. "Kita jangan puas hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah. Rumput laut, hasil pertanian, perkebunan dan perikanan kita harus mulai didorong masuk ke hilirisasi. Kalau pengolahan dilakukan di Nunukan, nilai tambahnya tinggal di Nunukan, lapangan kerja tumbuh di Nunukan dan anak-anak muda kita mendapatkan peluang usaha di daerah sendiri," katanya.

BPS menilai penguatan hilirisasi pertanian dan perikanan, digitalisasi UMKM, perdagangan perbatasan, serta peningkatan infrastruktur ekonomi menjadi langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Nunukan.

Anak Muda Didorong Isi Ruang Ekonomi Kreatif Daerah

Nasir juga mendorong generasi muda mendapatkan ruang lebih besar dalam pembangunan. Jargon "Kreatif Berkarya" dinilainya erat kaitannya dengan keberanian anak muda menciptakan usaha, memanfaatkan teknologi digital, mengembangkan produk lokal, serta mempromosikan pariwisata, kuliner, seni, dan budaya.

Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Nunukan pada 12 Oktober 2026 menjadi penanda perjalanan daerah itu sejak berdiri. Bagi Nasir, ukuran kemajuan tidak berhenti pada capaian statistik, melainkan pada seberapa dekat manfaat pembangunan dirasakan warga di pulau, pedalaman, dan garis perbatasan.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top