NUNUKAN — H. Sura'i menyampaikan evaluasi itu di hadapan Ketua I, Ketua II, dan Ketua III beserta seluruh bidang kepanitiaan. Ia menilai pelaksanaan kegiatan besar selalu menghadapi kendala yang perlu diselesaikan bersama, bukan dibiarkan menumpuk sampai acara ditutup.
Sejumlah persoalan yang muncul selama rangkaian acara menjadi dasar evaluasi. Sura'i meminta setiap bidang menyampaikan permasalahan masing-masing agar solusinya bisa dirumuskan bersama.
"Saya kasih gambaran umum dulu sebelum kalian menyampaikan kepada saya permasalahan dan bagaimana cara kita menghadapinya," ujarnya.
Salah satu kendala yang disorot adalah perubahan jadwal malam puncak. Sura'i mengaku sempat memperkirakan acara itu berlangsung pada tanggal 14, sementara jadwal yang dimaksud bergeser ke tanggal 12.
Perbedaan itu dinilai sebagai bahan pembenahan. Koordinasi dan persiapan kegiatan ke depan diharapkan lebih matang agar jadwal tidak lagi berubah di luar perkiraan panitia.
Keterbatasan anggaran menjadi persoalan lain yang diungkapkan Sura'i. Kondisi tahun ini berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya, ketika panitia masih menerima dukungan dari sejumlah perusahaan.
Pada tahun lalu, komunikasi dengan pihak perusahaan dilakukan sekitar dua bulan sebelum acara. Dukungan dana kemudian mulai diterima sekitar satu bulan sebelum kegiatan berlangsung.
Pada pelaksanaan kali ini, dukungan dari perusahaan maupun pihak swasta tidak tersedia. Panitia pun lebih mengandalkan dukungan masyarakat Binusan yang tersebar di 15 RT.
Keterbatasan anggaran berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan kegiatan. Konsumsi berupa nasi kotak telah tersedia melalui rekanan, tetapi sejumlah kebutuhan lain belum terpenuhi.
Kopi, gula, air mineral, dan perlengkapan pendukung masih mengalami keterbatasan. Sura'i menilai kondisi itu harus disikapi dengan pengelolaan cermat serta penyesuaian kebutuhan berdasarkan kemampuan anggaran yang ada.
Ia menekankan pentingnya kerja sama seluruh bidang dalam mencari solusi atas kendala yang muncul selama kegiatan berlangsung.
Menurut Sura'i, masih ada waktu untuk melakukan pembenahan sebelum seluruh rangkaian kegiatan ditutup. Koordinasi antarpanitia dinilai penting agar persoalan yang muncul bisa segera diselesaikan.
Ia berharap sisa waktu pelaksanaan dimanfaatkan untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Berbagai persoalan yang muncul, katanya, harus menjadi pembelajaran bersama agar kegiatan serupa pada masa mendatang lebih siap.
Pembelajaran itu terutama menyangkut koordinasi, perencanaan jadwal, dan dukungan pembiayaan. Seluruh pihak yang terlibat diharapkan terus berkoordinasi dan menjalankan tanggung jawab masing-masing hingga rangkaian acara resmi ditutup.