TANJUNG SELOR — Sekretaris BPBD Kaltara, Denny Yusdianto, menyatakan Tabletop Exercise (TTX) menjadi sarana menguji dokumen Rencana Kontinjensi (Renkon) yang selama ini jadi panduan pemerintah dan pihak terkait menghadapi kondisi darurat. Dokumen itu memuat skenario penanganan darurat sejak bencana terjadi.
Setiap unsur yang terlibat menjalankan peran sesuai tanggung jawab masing-masing. Koordinasi antarlembaga turut diuji agar penanganan di lapangan berjalan cepat dan terarah ketika bencana benar-benar terjadi.
Karhutla dan banjir disebut Denny sebagai dua jenis bencana yang menjadi perhatian utama di Kaltara. Penyusunan dan pengujian Renkon untuk kedua bencana itu karena itu menjadi fokus dalam simulasi ruang tersebut.
Penanganan karhutla di Kaltara selama ini melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, serta unsur lainnya. Koordinasi itu diperkuat dengan penetapan status keadaan darurat bencana oleh Gubernur Kaltara pada Juli lalu.
"Penanganan karhutla di Kalimantan Utara sangat terkoordinasi dengan baik, rapi, serta bersinergi secara positif bersama seluruh BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, dan unsur Pentahelix," kata Denny.
Dalam simulasi, setiap unsur berbagi peran dan menyinkronkan koordinasi antarlembaga. Denny menegaskan tujuan akhirnya agar seluruh unsur berada dalam satu komando dan satu jalur koordinasi yang solid saat harus turun melakukan penanganan darurat di lapangan.
"Di sini kita berbagi peran dan menyinkronkan koordinasi antarlembaga. Tujuan akhirnya, ketika kita harus turun melakukan penanganan darurat di lapangan, seluruh unsur sudah berada dalam satu komando dan satu jalur koordinasi yang solid," jelasnya.
Menurut Denny, simulasi perlu dilakukan secara berkala agar rencana penanganan bencana tetap sesuai dengan kondisi di lapangan. Kegiatan serupa pernah dilaksanakan sebelumnya, tetapi pengujian tetap harus diperbarui mengikuti dinamika yang berkembang.
"Meskipun kegiatan serupa pernah dilaksanakan sebelumnya, simulasi ini perlu terus diperbarui mengikuti dinamika kondisi di lapangan agar kesiapsiagaan kita tetap optimal," tutupnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kaltara berharap koordinasi antarlembaga semakin kuat, personel semakin siap, dan penanganan karhutla maupun banjir dapat dilakukan lebih cepat dan terarah ketika terjadi bencana.