BPBD Kaltara Uji Rencana Kontinjensi Karhutla dan Banjir Lewat Simulasi Ruang di Tanjung Selor

Penulis: Kemal Batubara  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:01:30 WIB
Sekretaris BPBD Kaltara Denny Yusdianto memimpin Tabletop Exercise pengujian Rencana Kontinjensi karhutla dan banjir di Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR — Sekretaris BPBD Kaltara, Denny Yusdianto, menyatakan Tabletop Exercise (TTX) menjadi sarana menguji dokumen Rencana Kontinjensi (Renkon) yang selama ini jadi panduan pemerintah dan pihak terkait menghadapi kondisi darurat. Dokumen itu memuat skenario penanganan darurat sejak bencana terjadi.

Setiap unsur yang terlibat menjalankan peran sesuai tanggung jawab masing-masing. Koordinasi antarlembaga turut diuji agar penanganan di lapangan berjalan cepat dan terarah ketika bencana benar-benar terjadi.

Mengapa Renkon Karhutla dan Banjir yang Diuji

Karhutla dan banjir disebut Denny sebagai dua jenis bencana yang menjadi perhatian utama di Kaltara. Penyusunan dan pengujian Renkon untuk kedua bencana itu karena itu menjadi fokus dalam simulasi ruang tersebut.

Penanganan karhutla di Kaltara selama ini melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, serta unsur lainnya. Koordinasi itu diperkuat dengan penetapan status keadaan darurat bencana oleh Gubernur Kaltara pada Juli lalu.

"Penanganan karhutla di Kalimantan Utara sangat terkoordinasi dengan baik, rapi, serta bersinergi secara positif bersama seluruh BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, dan unsur Pentahelix," kata Denny.

Satu Komando, Satu Jalur Koordinasi

Dalam simulasi, setiap unsur berbagi peran dan menyinkronkan koordinasi antarlembaga. Denny menegaskan tujuan akhirnya agar seluruh unsur berada dalam satu komando dan satu jalur koordinasi yang solid saat harus turun melakukan penanganan darurat di lapangan.

"Di sini kita berbagi peran dan menyinkronkan koordinasi antarlembaga. Tujuan akhirnya, ketika kita harus turun melakukan penanganan darurat di lapangan, seluruh unsur sudah berada dalam satu komando dan satu jalur koordinasi yang solid," jelasnya.

Simulasi Diperbarui Mengikuti Dinamika Lapangan

Menurut Denny, simulasi perlu dilakukan secara berkala agar rencana penanganan bencana tetap sesuai dengan kondisi di lapangan. Kegiatan serupa pernah dilaksanakan sebelumnya, tetapi pengujian tetap harus diperbarui mengikuti dinamika yang berkembang.

"Meskipun kegiatan serupa pernah dilaksanakan sebelumnya, simulasi ini perlu terus diperbarui mengikuti dinamika kondisi di lapangan agar kesiapsiagaan kita tetap optimal," tutupnya.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kaltara berharap koordinasi antarlembaga semakin kuat, personel semakin siap, dan penanganan karhutla maupun banjir dapat dilakukan lebih cepat dan terarah ketika terjadi bencana.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: detailnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top