TARAKAN — Edukasi kebanksentralan menyasar pengunjung Car Free Day Stadion Datu Adil Tarakan melalui kuis interaktif yang menekankan cara mengenali, merawat, dan memahami Rupiah. Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara menggandeng GenBI Kaltara untuk menjangkau masyarakat di ruang publik dengan pendekatan yang lebih ringan.
Materi CBP Rupiah disampaikan lewat pertanyaan-pertanyaan yang melibatkan pengunjung CFD secara langsung. Antusiasme warga mengikuti rangkaian kuis menunjukkan ruang publik bisa jadi kanal efektif untuk menyampaikan pesan kebanksentralan tanpa terkesan menggurui.
Kegiatan SEMARAK tidak berdiri sendiri sebagai ajang edukasi. Layanan kesehatan gratis yang disediakan bersamaan dengan kuis Rupiah menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang datang ke CFD.
Kombinasi dua layanan itu membuat masyarakat yang semula datang untuk memeriksakan kesehatan ikut terpapar materi CBP Rupiah. Pendekatan ini dinilai lebih efektif ketimbang edukasi yang digelar terpisah dari aktivitas warga sehari-hari.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara Agus Taufik menyatakan kegiatan SEMARAK sekaligus memperkuat sinergi antara BI, GenBI, dan Pemerintah Kota Tarakan. Menurutnya, program yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat menjadi tujuan utama kolaborasi tersebut.
"SEMARAK sekaligus memperkuat sinergi BI, GenBI, dan Pemerintah Kota Tarakan dalam menghadirkan program yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, melalui semangat 'Sehat Masyarakat Bersama GenBI', BI bersama GenBI Kaltara berkomitmen terus mendorong generasi muda untuk hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang memiliki kapasitas akademik sekaligus kepedulian sosial," ujar Agus Taufik.
Pesan utama yang dibawa dalam kegiatan ini adalah pemahaman bahwa Rupiah bukan sekadar alat tukar. Edukasi CBP Rupiah menekankan tiga aspek: cinta Rupiah, bangga Rupiah, dan paham Rupiah.
Aspek cinta mengajarkan masyarakat untuk merawat uang Rupiah agar tidak cepat rusak. Aspek bangga mendorong penggunaan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Sementara aspek paham mengedukasi cara mengenali keaslian uang Rupiah.
Melalui SEMARAK, BI dan GenBI Kaltara berharap pesan tersebut sampai ke lebih banyak kalangan, terutama generasi muda yang menjadi target utama kegiatan. Ruang publik seperti CFD dipilih karena mampu menjangkau warga dari berbagai latar belakang tanpa sekat.