Bupati Malinau Wempi W. Mawa Sambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Yonif TP 921/Alang Impang, Soroti Jalan dan Ketahanan Pangan Perbatasan

Penulis: Hendri Saputra  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:31:02 WIB
Bupati Malinau Wempi W. Mawa menyambut kedatangan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Yonif TP 921/Alang Impang, Desa Langap.

MALINAU — Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan, dalam kunjungan kerja ke Yonif TP 921/Alang Impang. Usai mengantar kepulangan Menhan, Wempi menyebut kunjungan tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah, khususnya untuk mendukung pembangunan di kawasan perbatasan.

Menurut Wempi, keberadaan batalyon TNI di Malinau tidak hanya berfungsi menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga didorong menjadi bagian dari percepatan pembangunan dan penggerak ekonomi warga.

"Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan di wilayah perbatasan," ujar Bupati Malinau Wempi W Mawa usai mengantar kepulangan Menhan RI.

Jalan Jadi Prioritas Utama untuk Jaga Wilayah Perbatasan

Wempi menempatkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai kebutuhan paling mendesak bagi Kabupaten Malinau. Akses transportasi yang memadai dinilai menentukan kelancaran mobilisasi masyarakat, distribusi logistik, hingga pengawasan dan pelayanan di kawasan perbatasan.

Ia menjelaskan, keberadaan Pos Lintas Batas (PLB) dan personel TNI yang bertugas menjaga wilayah perbatasan perlu ditopang akses transportasi yang layak. Tanpa itu, pelaksanaan tugas dan aktivitas masyarakat dinilai berjalan kurang efektif.

"Prioritas utama adalah jalan. Untuk menjaga wilayah yang luas ini, kita perlu akses. Infrastruktur jalan sangat penting untuk mobilisasi manusia, logistik, dan mendukung aktivitas di kawasan perbatasan," tegasnya.

Luas Kabupaten Malinau mencapai sekitar 3,8 juta hektare. Kondisi geografis itu, menurut Wempi, menuntut dukungan infrastruktur dan koordinasi lintas sektor agar pembangunan menjangkau berbagai kawasan, termasuk wilayah perbatasan.

TNI dan Pemda Kolaborasi di Sektor Ketahanan Pangan

Selain infrastruktur, Wempi menyebut ketahanan pangan sebagai sektor prioritas yang bisa dikolaborasikan antara TNI dan pemerintah daerah. Dua bidang itu dinilai paling relevan dengan kebutuhan warga Malinau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Ia memandang kehadiran Yonif TP di Malinau sebagai alat pertahanan sekaligus alat pembangunan dan penggerak ekonomi. Kedekatan TNI dengan warga menjadi kunci agar manfaatnya terasa langsung di tingkat kampung.

"Kehadiran Yonif TP di tempat ini bukan hanya sebagai alat pertahanan, tetapi juga sebagai alat pembangunan dan penggerak ekonomi. Ini yang harus kita bangun, bagaimana TNI dan rakyat menyatu, sehingga bangsa ini semakin kuat dan masyarakat semakin sejahtera," katanya.

Harapan Percepatan Pembangunan Lewat Koordinasi Pusat-Daerah

Wempi berharap penguatan batalion serta kolaborasi yang terkoordinasi dari tingkat pusat hingga satuan di daerah membuat berbagai kebutuhan pembangunan ditangani lebih terpadu. Ia menilai koordinasi yang rapi menentukan apakah percepatan pembangunan di wilayah perbatasan benar-benar terwujud.

"Kami sangat menyambut baik dan sepakat untuk terus membangun kerja sama. Dengan koordinasi yang baik, kami meyakini percepatan pembangunan di wilayah perbatasan dapat terwujud," pungkasnya.

Kunjungan kerja Menhan RI ke Yonif TP 921/Alang Impang menjadi bagian dari rangkaian peninjauan satuan teritorial pembangunan di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: ikaen.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top