Bupati Malinau Wempi W Mawa meresmikan Digital Library Sekolah Kristen Mawar Sharon dan Rumah Baca Indonesia Digital Library PKBM Alfa Omega di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara. Peresmian yang digelar bersama Yayasan Bethany Dian Kalimantan Utara itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Malinau memperkuat budaya literasi dan pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan. Wempi berharap fasilitas tersebut membuka akses pengetahuan yang lebih luas bagi generasi muda Malinau.
MALINAU — Pemerintah Kabupaten Malinau menempatkan penguatan literasi dan teknologi digital sebagai salah satu jalur utama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bupati Malinau Wempi W Mawa menyampaikan hal itu saat meresmikan dua fasilitas belajar sekaligus di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara.
Dua fasilitas yang diresmikan adalah Digital Library Sekolah Kristen Mawar Sharon dan Rumah Baca Indonesia Digital Library Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Alfa Omega. Peresmian berlangsung bersama Yayasan Bethany Dian Kalimantan Utara.
Wempi menegaskan Pemkab Malinau terus mendorong penguatan budaya literasi serta pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan. Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas, terutama bagi generasi muda.
"Perkembangan teknologi yang semakin pesat harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan kapasitas, khususnya generasi muda hari ini," kata Wempi.
Ia menilai teknologi tidak cukup dipakai sebagai sarana hiburan. Pemanfaatan yang lebih luas diarahkan untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan kemampuan generasi muda dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Kehadiran Digital Library di lingkungan sekolah dinilai menjadi langkah positif dalam mendukung proses pembelajaran. Fasilitas itu juga disebut memperluas akses anak didik terhadap sumber pengetahuan.
Wempi menyampaikan apresiasi atas hadirnya program Digital Library. Dengan dukungan teknologi digital, ia berharap anak didik semakin mudah memperoleh berbagai bahan bacaan dan referensi yang menunjang kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut dapat membangun kebiasaan belajar yang lebih modern dan interaktif di lingkungan sekolah.
Wempi berharap budaya membaca dan belajar berbasis teknologi semakin berkembang setelah Digital Library dan Rumah Baca diresmikan. Ia menyebut fasilitas itu membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda Malinau untuk memperoleh pengetahuan.
"Dengan diresmikannya Digital Library dan Rumah Baca ini, saya harapkan budaya membaca dan belajar berbasis teknologi semakin berkembang, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda Malinau untuk memperoleh pengetahuan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa yang akan datang," kata Bupati Wempi.
Peresmian di Respen Tubu menambah titik layanan literasi berbasis digital di Kabupaten Malinau. Pemkab Malinau menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi digital di sektor pendidikan.