Taufik Hidayat Menangis Haru Lihat Tim Beregu Putra Indonesia Raih Emas Asian Games 2026

Penulis: Galih Prayoga  •  Jumat, 25 September 2026 | 16:06:32 WIB
Taufik Hidayat menitikkan air mata usai menyaksikan tim beregu putra Indonesia menang 3-2 atas China di final Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

KALIMANTAN UTARA — Tim beregu putra bulutangkis Indonesia menang comeback 3-2 atas China di final Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kemenangan dramatis yang dipastikan Moh. Zaki Ubaidillah itu disaksikan langsung oleh Taufik Hidayat, yang tak kuasa menahan tangis haru. Emas ini jadi medali pertama Indonesia di edisi ke-20 Asian Games.

Wakil Ketua I PBSI sekaligus Wakil Menpora itu hadir langsung di arena, menyaksikan pertandingan yang berlangsung di Nagoya, Jepang. Taufik berdiri, mengepalkan tangan, dan berteriak kegirangan ketika poin kemenangan Zaki Ubaidillah memastikan Indonesia menang 3-2 atas China.

Selepas laga, Taufik langsung memeluk Ketua Umum PBSI M. Fadil Imran yang turut menyaksikan sejarah terukir. Air mata pria kelahiran 1981 itu menetes melihat perjuangan para atlet, yang juga junior-juniornya di pelatnas.

Comeback 3-2 yang Bikin Taufik Hidayat Terharu

Indonesia sempat berada dalam situasi sulit sebelum akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan. Taufik menyebut semangat comeback itulah yang membuatnya paling terharu.

"Selamat untuk Tim Beregu Bulu Tangkis Indonesia! Perjuangan luar biasa tim beregu putra sampai akhirnya berhasil mempersembahkan emas pertama untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya," tulis Taufik dalam akun sosial medianya.

"Sempat berada dalam situasi sulit, tetapi semangat untuk bangkit dan melakukan comeback menunjukkan bahwa perjuangan tidak pernah berhenti sampai poin terakhir."

Peraih emas Olimpiade Athena 2004 itu juga memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, tim kepelatihan, dan tim pendukung. Menurutnya, mereka sudah memberikan yang terbaik demi Merah Putih.

Sejarah Terulang Setelah 28 Tahun

Indonesia terakhir kali meraih emas pada nomor beregu putra Asian Games di Bangkok 1998. Kala itu, tim Merah Putih mengalahkan China 4-0 di final.

Pada edisi tersebut, Taufik Hidayat menjadi salah satu atlet yang mewakili Tim Indonesia. Usianya masih 17 tahun. Kini, sejarah itu terulang di Asian Games edisi ke-20, dengan Taufik menyaksikannya dari pinggir lapangan sebagai pengurus.

Apresiasi untuk Tim Beregu Putri

Taufik tak lupa menyoroti perjuangan tim beregu putri Indonesia yang membawa pulang medali perunggu dari Aichi-Nagoya.

"Selamat atas medali perunggu yang berhasil dibawa pulang. Terima kasih sudah berjuang dan mendapatkan medali untuk tim Indonesia," ucap Taufik.

"Dua medali yang dipersembahkan menjadi bukti semangat dan kerja keras Tim Indonesia di Aichi-Nagoya. Terus jaga semangat, terus berjuang, dan terus banggakan Indonesia."

Perbaiki Hasil Edisi 2022

Emas dari beregu putra ini menjadi emas pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hasil tersebut sekaligus memperbaiki capaian bulutangkis Indonesia di edisi 2022, ketika tim Merah Putih kalah di babak perempatfinal.

Kemenangan atas China di partai puncak menegaskan kembali kekuatan bulutangkis beregu putra Indonesia di level Asia, sekaligus membuka jalan bagi kontingen Indonesia untuk menambah pundi-pundi medali di ajang ini.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top