Gunung Semeru Erupsi 36 Kali dalam Sepekan, Status Masih Siaga

Penulis: Jamal Nasution  •  Sabtu, 12 September 2026 | 16:05:31 WIB
Erupsi Gunung Semeru terekam seismograf PVMBG dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 105 detik.

KALIMANTAN UTARA — Erupsi terbaru Gunung Semeru terekam di seismograf Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia. Visual letusan tidak teramati dari pos pengamatan, namun getaran erupsi terdeteksi jelas dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 105 detik.

Pantauan kegempaan pada Sabtu (12/9/2026) pukul 06.00–12.00 WIB mencatat 27 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–23 milimeter dan lama gempa 74–145 detik. Selain itu, terjadi 2 kali gempa guguran beramplitudo 4–7 milimeter serta 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4–7 milimeter.

Semeru Paling Aktif di Indonesia Sepanjang 2026

MAGMA Indonesia merekam 4.594 letusan gunung api di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Gunung Semeru menyumbang 1.790 letusan, angka tertinggi dibanding gunung api lain.

Frekuensi erupsi yang tinggi bukan hal baru bagi Semeru. Gunung ini memang memiliki karakter erupsi strombolian yang relatif rutin, dengan interval letusan pendek dan durasi singkat.

Zona Bahaya: 13 Kilometer dari Puncak

PVMBG mengeluarkan imbauan tegas bagi siapa pun yang berada di sekitar kawasan Semeru. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, warga dan pengunjung tidak boleh beraktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Alasannya, kawasan itu berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Aktivitas Wisata di Semeru Kini

Status Level III (Siaga) membuat pendakian ke puncak Semeru via Ranu Pani, Senduro, Lumajang, belum dapat dilakukan. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) biasanya menutup jalur pendakian saat status vulkanik naik ke Siaga.

Wisatawan yang tetap ingin menikmati kawasan Semeru dapat mengarah ke titik pandang aman seperti Ranu Kumbolo dari kejauhan atau Desa Argosari di Lumajang. Namun, konfirmasi terbaru soal akses dan jam kunjungan sebaiknya dicek melalui dinas pariwisata setempat atau akun resmi TNBTS sebelum berangkat.

Waktu Terbaik Memantau Aktivitas Semeru

Erupsi Semeru sering terekam pada pagi hingga siang hari. Bagi yang ingin memantau dari titik aman, pilih waktu dengan langit cerah agar asap dan abu letusan lebih mudah terlihat.

Bawa masker N95 atau kain basah untuk mengantisipasi hujan abu, terutama jika arah angin mengarah ke permukiman. Hindari mendekati aliran sungai yang berhulu dari Semeru saat hujan deras, karena risiko lahar dingin meningkat.

Durasi ideal untuk memantau aktivitas Semeru dari titik aman adalah 2–3 jam, cukup untuk mengamati pola letusan tanpa berlama-lama di area berisiko. Informasi terkini soal status vulkanik dapat dipantau lewat aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal resmi PVMBG.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top