Kredit Perbankan Kaltara Tumbuh 55,30 Persen Didorong Investasi 91 Persen, DPK Justru Tertekan

Penulis: Hendri Saputra  •  Selasa, 08 September 2026 | 08:31:31 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltara Agus Taufik memaparkan pertumbuhan kredit perbankan daerah sebesar 55,30 persen secara tahunan hingga triwulan III 2026.

TARAKAN — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengungkapkan pertumbuhan kredit di daerahnya mencapai 55,30 persen secara tahunan. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan DPK yang justru mengalami penurunan.

Ekspansi pembiayaan tersebut tidak berjalan searah dengan penghimpunan dana masyarakat. Tekanan terbesar terjadi pada simpanan giro yang anjlok 30,99 persen, sementara tabungan masih tumbuh tipis 0,90 persen dan deposito naik 5,60 persen.

Kredit Investasi Tumbuh 91 Persen, Modal Kerja Ikut Meningkat

Kredit investasi menjadi motor utama pertumbuhan dengan lonjakan hingga 91 persen. Angka ini berbanding terbalik dengan kredit konsumsi yang hanya naik 2,31 persen.

“Pertumbuhan kredit sampai triwulan III mencapai 55,30 persen secara tahunan. Kredit investasi tumbuh paling tinggi, sekitar 91 persen. Kredit modal kerja tumbuh 42,67 persen, sedangkan kredit konsumsi tumbuh 2,31 persen,” kata Agus.

Pembiayaan investasi berkaitan dengan kebutuhan pengadaan aset, pengembangan kapasitas usaha, maupun ekspansi kegiatan ekonomi. Sementara itu, kredit modal kerja yang tumbuh 42,67 persen menunjukkan kebutuhan pembiayaan untuk aktivitas usaha juga meningkat.

DPK Terkontraksi 6,42 Persen, Giro Paling Tertekan

Kondisi ini memperlihatkan struktur ekspansi pembiayaan di Kaltara lebih banyak mengarah pada kegiatan investasi dibandingkan konsumsi rumah tangga. Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas investasi dan kebutuhan pembiayaan usaha di daerah.

“DPK memang turun 6,42 persen. Penurunan paling besar terjadi pada giro, sekitar 30,99 persen. Tabungan masih tumbuh 0,90 persen dan deposito tumbuh 5,60 persen,” ujar Agus.

Meski DPK tertekan, total aset perbankan di Kaltara masih mencatat pertumbuhan 17,68 persen pada periode yang sama.

NPL Terjaga di Level 0,65 Persen

Agus menegaskan tingginya pertumbuhan kredit perlu dibaca bersama kualitas pembiayaan. Hingga triwulan III 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) masih berada di level rendah.

“NPL kita masih 0,65 persen. Artinya, meskipun kredit tumbuh cukup tinggi, kualitas kredit masih terjaga. Ini tentu perlu dipertahankan supaya ekspansi pembiayaan tetap sehat,” katanya.

Menjaga Keseimbangan Intermediasi Perbankan

Kontraksi DPK menjadi dinamika yang perlu diwaspadai ketika kredit justru tumbuh agresif. Agus menilai perbankan memiliki ruang untuk mendukung aktivitas ekonomi produktif, tetapi penyaluran tetap harus memperhatikan kemampuan debitur.

“Pertumbuhan kreditnya tinggi, tetapi DPK juga perlu kita perhatikan. Intermediasi harus tetap sehat. Kredit bisa terus tumbuh, tetapi likuiditas dan risikonya juga harus dikelola dengan baik,” jelasnya.

Ia berharap pembiayaan perbankan terus mengalir ke sektor produktif dan pertumbuhannya berkelanjutan.

“Angka pertumbuhan kredit ini tentu positif, terutama karena investasi tumbuh cukup tinggi. Tetapi kita juga perlu menjaga kualitasnya. Harapannya, pembiayaan terus masuk ke kegiatan produktif dan pertumbuhannya bisa berlangsung sehat serta berkelanjutan,” pungkas Agus.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: headlinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top