Kabut Asap Masih Selimuti Kalimantan Utara, Jarak Pandang di Tarakan Sempat Turun Drastis hingga 1 Kilometer

Penulis: Indra Firmansyah  •  Senin, 07 September 2026 | 21:46:01 WIB
Kabut asap menyelimuti Tarakan, Kalimantan Utara, dengan jarak pandang sempat turun hingga satu kilometer pada Senin pagi.

TARAKAN — Kualitas udara di ibu kota Provinsi Kalimantan Utara ini sempat berada di titik terburuknya pada Senin (8/9/2026) pagi. Data Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan mencatat jarak pandang hanya 1.000 meter atau 1 kilometer pada pukul 08.00 WITA, baik di daratan maupun di laut.

Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, mengatakan pemantauan dilakukan setiap 30 menit. Kondisi berangsur pulih setelah pukul 09.30 WITA ketika jarak pandang meningkat menjadi 2.000 meter atau 2 kilometer.

Konsentrasi Asap Menumpuk Saat Angin Tenang

"Untuk saat ini jarak pandang yang dicatat BMKG 2.000 meter. Tadi pagi jam 8 WITA masih 1.000 meter di laut dan di darat. Kemudian jam 8.30 masih 1.000 meter, jam 9 itu 1.500 meter, jam 9.30 sudah lebih membaik menjadi 2.000 meter," ujar Sulam Khilmi, Senin (8/9/2026).

Menurut Sulam Khilmi, kondisi di laut berpotensi lebih buruk lantaran konsentrasi asap berbeda di tiap titik. Saat hembusan angin lemah, partikel asap cenderung menumpuk dan mengganggu navigasi pelaut yang melintas di perairan Kaltara.

"Di laut 2 km itu cukup mengganggu, apalagi 1 km. Karena tadi malam anginnya kalem, tidak ada angin yang kencang, maka konsentrasi asap ini bisa menumpuk di satu titik," jelasnya.

Asap Kiriman dari Kaltim, Kalsel, dan Kalteng Dominan

BMKG memastikan kabut asap yang menyelimuti Kaltara bukan seluruhnya berasal dari kebakaran lokal. Sebaran partikel sudah mencapai perairan utara Indonesia bahkan hingga wilayah Filipina sejak sepekan terakhir.

"Sebagian yang memengaruhi kondisi kita di Kaltara adalah asap-asap kiriman dari provinsi lain. Walaupun ada juga produksi lokal dari Bulungan, namun volumenya tidak seberapa," kata Sulam Khilmi.

Sumber asap terbanyak berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah yang terbawa angin menuju wilayah utara.

Indeks Kualitas Udara Tarakan 78, Kelompok Rentan Diminta Pakai Masker

Indeks kualitas udara (ISPU) di Tarakan pada pagi hari tercatat 78 atau masuk kategori sedang. Meski belum masuk level tidak sehat, BMKG mengingatkan kelompok sensitif seperti penderita asma, lansia, dan anak-anak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Khilmi menambahkan ketebalan asap sangat dipengaruhi oleh intensitas penyinaran matahari. Saat matahari terik, terjadi inversi suhu yang membuat asap terangkat ke lapisan atas sehingga jarak pandang di permukaan kembali membaik.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top