KALIMANTAN UTARA — Denza N8L EV menjadi jawaban pabrikan untuk segmen SUV listrik besar yang selama ini didominasi Nio ES8 dan Aito M9 EV. Dikutip dari Car News China, Senin (7/9/2026), dimensi bodinya mencapai panjang 5.200 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.820 mm dengan jarak sumbu roda 3.075 mm. Bobot kosongnya tercatat 3.110 kilogram per data registrasi China.
Penggeraknya mengandalkan satu motor listrik permanent magnet synchronous di roda belakang. Tenaga puncaknya 370 kW atau sekitar 503 hp dengan kecepatan maksimal 240 km per jam. Menariknya, versi produksi ini tidak memakai konfigurasi tiga motor yang sempat dikembangkan.
Keputusan memakai penggerak roda belakang memberi ruang bagasi depan atau frunk berkapasitas 208 liter. Kompartemen ini punya pembuka elektrik dan saluran pembuangan air atau drain plug. General Manager Denza Li Hui menyebut fitur itu memungkinkan pemilik membilas langsung area tersebut setelah dipakai membawa perlengkapan berkemah atau peralatan pantai.
Baterai LFP blade berkapasitas 130,15 kWh dipasok FinDreams Battery, anak usaha BYD. Dalam pengujian CLTC, jarak tempuhnya diklaim mencapai 960 km, sementara standar WLTC menghasilkan sekitar 906 km. Namun angka ini sedikit di bawah Denza N8 bermesin sama yang mencatat 1.003 km CLTC atau 820 km WLTC.
Perbedaan jarak tempuh itu wajar mengingat N8L EV lebih besar dan berat. Baterai jenis LFP blade sendiri dikenal lebih tahan panas dan punya siklus pengisian lebih panjang dibanding lithium-ion konvensional.
Denza membekali N8L EV dengan suspensi udara dual-chamber DiSus-A yang bisa diatur ketinggiannya. Sistem kemudi roda belakang aktif menjadi andalan manuver, mengingat panjang mobil mencapai 5,2 meter. Roda belakang dapat berbelok hingga 10 derajat ke kiri maupun kanan, memudahkan parkir di lahan sempit.
Kabinnya memakai konfigurasi enam kursi dengan susunan 2+2+2. Setiap baris mendapat ruang kaki lega, cocok untuk keluarga besar atau kebutuhan antar-jemput eksekutif.
Sistem bantuan pengemudi mengandalkan teknologi DiPilot 300 yang di pasar China dikenal sebagai God's Eye B. Perangkat kerasnya mencakup satu sensor LiDAR, lima radar gelombang milimeter, 12 radar ultrasonik, dan 12 kamera. Fungsinya meliputi bantuan navigasi di jalan tol dan perkotaan, navigasi dari titik ke titik, parkir otomatis, serta kemampuan menghindari rintangan.
Dengan kelengkapan itu, N8L EV siap bertarung di segmen SUV listrik premium China yang semakin ketat. Harga resmi untuk pasar China sendiri belum diumumkan hingga artikel ini ditulis, tetapi peluncuran 14 September 2026 akan menjadi penentu apakah Denza bisa merebut pangsa pasar dari Nio ES8 dan Aito M9 EV.