Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalimantan Utara (Kaltara) menggencarkan patroli dialogis dan sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan, termasuk Kabupaten Bulungan. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca yang meningkatkan risiko, sekaligus menyiagakan puluhan personel untuk pemadaman.
TANJUNG SELOR — Ditsamapta Polda Kaltara tidak hanya mengandalkan imbauan verbal dalam mencegah karhutla. Personel yang turun ke lapangan kini dibekali brosur berisi langkah-langkah pencegahan, sekaligus mengajak warga melaporkan titik api sejak dini.
Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Kaltara Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya mengatakan, patroli dialogis dan sambang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) difokuskan pada wilayah yang punya potensi tinggi terjadi kebakaran.
Dalam setiap kesempatan, petugas menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak membakar hutan maupun lahan secara sembarangan. Hal yang kerap luput, kebiasaan membuang puntung rokok di area kering, juga menjadi perhatian khusus dalam edukasi ini.
“Brosur-brosur ini kita harapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memahami bahaya serta dampak yang ditimbulkan akibat karhutla,” kata Andreas di Tanjung Selor, Minggu.
Andreas menegaskan, pencegahan karhutla tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat dan pemerintah, agar potensi kebakaran bisa dicegah sejak dini.
Warga yang menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran diminta segera melapor. "Masyarakat kita minta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya karhutla," ujarnya.
Selain upaya preventif, Ditsamapta Polda Kaltara juga menyiagakan kekuatan untuk penanganan darurat. Sebanyak 40 personel diterjunkan khusus membantu pemadaman di Kabupaten Bulungan, yang dinilai sebagai salah satu wilayah rawan.
Petugas tidak berangkat dengan tangan kosong. Peralatan pemadaman lengkap beserta mobil khusus karhutla telah disiapkan agar respons terhadap laporan kebakaran bisa bergerak cepat.
Mantan Kapolres Malinau ini menambahkan, kesiapsiagaan personel dan peralatan ini menjadi bagian penting dari upaya meminimalkan dampak karhutla, terutama di tengah cuaca panas yang membuat lahan cepat kering dan mudah terbakar.