Pemkab Malinau Apresiasi PT Damai Bangun Jaya Tebar 20.000 Benih Ikan Patin di Sungai Sesayap

Penulis: Hendri Saputra  •  Senin, 07 September 2026 | 09:33:01 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, menghadiri penebaran 20.000 benih ikan Patin oleh PT Damai Bangun Jaya di Sungai Sesayap.

Pemerintah Kabupaten Malinau mengapresiasi PT Damai Bangun Jaya yang menebarkan 20.000 benih ikan Patin di perairan Sungai Sesayap, Kalimantan Utara. Kegiatan restocking ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berdampak langsung pada kelestarian ekosistem perairan serta ekonomi masyarakat. Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, berharap inisiatif ini menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di wilayah tersebut.

MALINAU — Penebaran 20.000 benih ikan Patin di Sungai Sesayap oleh PT Damai Bangun Jaya menjadi angin segar bagi pelestarian ekosistem perairan di Kabupaten Malinau. Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, menyebut kegiatan restocking yang digelar Kamis (3/9) itu sebagai praktik TJSL yang positif dan langka di daerahnya.

"Atas nama pemerintah daerah, kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada PT Damai Bangun Jaya yang sudah melakukan kegiatan CSR dengan menebarkan benih patin sebanyak 20.000 ekor," ujar Ernes di Malinau, Minggu.

Menjaga Keseimbangan Ekosistem, Bukan Sekadar Tambah Populasi

Menurut Ernes, restocking tidak hanya bertujuan menambah populasi ikan. Langkah ini merupakan bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan dan mencegah praktik penangkapan ikan secara berlebihan atau dengan cara yang tidak ramah lingkungan.

Ia menegaskan, keberadaan benih yang ditebar harus didukung oleh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan perairan. Hal ini penting agar ikan yang masih berukuran kecil dapat tumbuh hingga mencapai ukuran layak tangkap dan konsumsi.

Ajakan Menjaga Ikan Kecil untuk Masa Depan Nelayan

Pesan serius disampaikan Ernes kepada para nelayan, kepala desa, dan perangkat wilayah di sekitar aliran Sungai Sesayap. Ia meminta agar seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif menjaga kelestarian perairan, salah satunya dengan tidak menangkap ikan yang masih kecil.

"Kalau ada ikan yang masih kecil, kita jaga dan biarkan dulu sampai besar dan mencapai ukuran yang layak untuk dikonsumsi," pesannya.

Jika upaya ini dilakukan bersama-sama, Ernes optimistis kondisi perairan Malinau akan semakin produktif. Pada akhirnya, hal tersebut akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Dorong Perusahaan Lain Meniru dan Perluas ke Sektor UMKM

Pemkab Malinau berharap kegiatan serupa dapat direplikasi oleh perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di kabupaten tersebut. Ernes mendorong dinas terkait untuk aktif membangun komunikasi dengan dunia usaha agar dukungan CSR tidak hanya terhenti di sektor perikanan, tetapi juga merambah ke sektor strategis lainnya.

"Yang penting bagaimana CSR ini bisa membantu nelayan, petani, pekebun dan masyarakat kita, termasuk pelaku UMKM. Silakan perusahaan memilih bidang yang sesuai dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Ia menyebut sektor pertanian, perkebunan, hortikultura, hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai bidang-bidang yang berpotensi besar menerima dukungan program CSR dari korporasi. Dengan demikian, dampak kehadiran perusahaan di Malinau dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh warga.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top