TARAKAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini dinilai strategis mengingat kontribusi sektor UMKM yang signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan penyerapan tenaga kerja di provinsi tersebut.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Agus Taufik, saat bertemu dengan insan media di Restoran Bintang, Kota Tarakan, Rabu (2/9/26). Ia menjelaskan, dukungan terhadap UMKM merupakan amanat undang-undang bagi Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
”Kontribusi UMKM terhadap PDRB maupun PDRB nasional itu sangat signifikan. Jadi, kalau kita bantu UMKM, harapannya growth (pertumbuhan) terhadap perekonomian juga meningkat,” ujar Agus Taufik.
Di tengah jumlah UMKM di Kaltara yang mencapai puluhan hingga ratusan ribu, BI Kaltara tidak menerapkan pendekatan merata. Strategi yang diambil justru fokus pada penciptaan dan penguatan champion-champion pelaku usaha.
”Melalui berbagai fasilitasi ini, kita bertindak sebagai fasilitator untuk mempertemukan UMKM dengan pembeli maupun lembaga pembiayaan. Harapan kita, UMKM Kaltara bisa terus naik kelas, berdaya saing, hingga mampu menembus pasar internasional,” pungkasnya.
Para pelaku usaha unggulan ini diharapkan memberikan dampak berantai, menularkan semangat kompetisi, serta mendorong pertumbuhan bagi UMKM lainnya di wilayah Kaltara.
Untuk mewujudkan target tersebut, BI Kaltara menyiapkan sejumlah program pembinaan dan fasilitasi komprehensif. Salah satu fokus utamanya adalah perluasan jangkauan pasar melalui program Onboarding UMKM Digital dan akseptasi pembayaran nirsentuh menggunakan QRIS.
Di sisi permodalan, BI Kaltara memfasilitasi akses pembiayaan melalui program Business Matching yang menghubungkan UMKM potensial dengan lembaga keuangan. Hal ini bertujuan untuk memperluas akses permodalan bagi para pelaku usaha.
Selain itu, penguatan kapasitas dan daya saing produk lokal juga menjadi perhatian. Pendampingan dilakukan pada bidang kopi lewat program Cangkir Barista serta penguatan industri wastra dan kerajinan lokal melalui program Citra Nusa.
BI Kaltara tidak hanya berhenti pada pengembangan produk. Lembaga ini juga berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli atau buyer luar negeri, termasuk memanfaatkan jaringan kantor perwakilan BI di luar negeri.
Dukungan lain yang tidak kalah penting adalah pendampingan untuk sertifikasi halal. BI Kaltara juga mendorong penerapan teknologi digital (digital farming) untuk meningkatkan produktivitas komoditas pangan yang ramah lingkungan.
Rangkaian program ini diharapkan mampu mendorong UMKM Kaltara naik kelas, tidak hanya berdaya saing di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.