KALIMANTAN UTARA — "Berita terkait viral itu kita sedang mendalami. Kita sedang mempelajari, sedang mendalami, terutama di pihak Lanal sendiri," ujar Ary Mahayasa.
Dia menjelaskan prajurit tersebut memang telah ditugaskan sebagai ajudan Arya selama satu tahun terakhir. Ary Mahayasa menyebutkan terdapat surat resmi dari pihak Arya terkait permintaan pengawalan itu.
"Untuk perizinan, sebatas pemahaman saya, itu sejak tahun lalu, memang sebagai ajudan dari anggota DPD tersebut," tambahnya. Pihaknya belum memastikan ada tidaknya pelanggaran, tetapi Ary Mahayasa menegaskan sanksi akan dijatuhkan jika prajurit itu terbukti bersalah.
Arya membantah kehadirannya di acara tersebut mewakili institusi DPD. Pria yang juga menjabat Presiden Hindu Center of Indonesia ini mengaku hadir atas undangan MS Organization, panitia yang disebut kerap menggelar kegiatan sosial di Bali.
"Jadi kronologisnya, pertengahan tahun ini, ya Juni. Itu, saya bertempat di istana saya di Jembrana. Mewakili pribadi ya dan juga sebagai tokoh budaya Hindu. Kita menerima panitia, namanya MS Organization. Jadi mereka berjaringan di 15 negara dan mereka ini sudah sering mengadakan kegiatan charity di Bali," kata Arya saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2025).
Menurut penuturannya, undangan tersebut berkaitan dengan pemberian penghargaan atas keberhasilan pariwisata Bali. Arya menyebutkan rangkaian acara yang diikutinya mencakup kunjungan ke vihara Buddha, kuil Hindu, hingga pameran, bukan hanya seremoni puncak.
Soal ajudan TNI yang mendampinginya, Arya mengaku membutuhkan pengamanan ekstra karena situasi Thailand dinilai tidak kondusif. Dia merujuk pada ketegangan di kawasan perbatasan serta potensi aksi teror.
"Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar, Kamboja. Kemudian kemarin tuh ada, di sana kan sering ada ledakan bom dan juga ada penembakan. Jadi memang melekat aja, memang tugasnya mengawal saya, nggak ada hubungannya (dengan acara)," tutur dia.
Arya mengaku tidak mengetahui bahwa acara yang dihadirinya mengusung isu transpuan. Dia menegaskan kehadirannya semata-mata untuk menerima penghargaan atas nama pribadi dan tokoh wisata Bali.
"Nggak. Kan kita kan secara, saya nggak tahu. Yang kedua kan kita kan tidak etis dong nanya-nanya tentang gender, ya. Kita kan tahu Thailand. Thailand kan di sana kan gendernya banyak. Nggak, nggak (perwakilan DPD) saya sebagai pribadi. Makanya saya pakai baju adat Bali," ungkapnya.
Foto-foto Arya bersama ajudannya yang mengenakan seragam TNI AL di lokasi acara mulai tersebar di media sosial setelah acara penghargaan berlangsung. MS Organization, menurut Arya, juga membuat video tentang pariwisata Bali yang dianggap berhasil dan menayangkannya dalam acara tersebut.
"Nah, tim mereka itu juga membuat video tentang Bali, pariwisata Bali. Jadi yang di mana saya datang untuk mewakili Bali, karena menerima apa, video itu ya tentang pariwisata Bali yang dianggap berhasil. Ya udah itu aja. Tanpa pidato, menerima, ya sudah, selesai gitu aja, pamit," pungkasnya.