TARAKAN — Penanganan anak yang memerlukan perlindungan khusus tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, menilai penguatan lembaga layanan hingga akar rumput menjadi kunci agar persoalan yang dialami anak lebih cepat dikenali.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Penguatan dan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) Tingkat Daerah Provinsi dan Lintas Daerah Kabupaten/Kota di Hotel Tarakan Plaza, Tarakan. Acara ini juga dirangkaikan dengan penguatan peran aktivis perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.
Supa’ad menegaskan bahwa lingkungan terdekat, baik keluarga maupun sosial, sering menjadi lokasi pertama munculnya persoalan anak. Keberadaan lembaga layanan dan aktivis di tengah masyarakat dapat menjadi mata rantai awal untuk menemukan masalah sebelum membesar.
“Ketika ada persoalan terhadap anak, jangan sampai baru ditangani setelah masalahnya menjadi besar. Lingkungan terdekat harus punya kemampuan untuk mengenali dan melaporkannya,” kata Supa’ad, pekan ini.
Menurut politikus tersebut, penguatan kapasitas tidak hanya soal kemampuan teknis menangani kasus. Pemahaman mengenai alur koordinasi juga sama pentingnya, karena satu kasus anak kerap membutuhkan penanganan dari lebih dari satu lembaga.
“Tidak semua persoalan bisa diselesaikan oleh satu pihak. Ada yang berkaitan dengan pendampingan, kesehatan, pendidikan, bahkan kondisi keluarga. Di situ pentingnya koordinasi supaya anak tidak berpindah-pindah penanganan tanpa penyelesaian yang jelas,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya hubungan yang berjalan dalam satu sistem antara pemerintah daerah, lembaga layanan, pemerintah kabupaten/kota, dan unsur masyarakat.
Supa’ad memandang penguatan aktivis perlindungan anak berbasis masyarakat sebagai cara memperluas jangkauan hingga ke lingkungan tempat anak tumbuh. Dengan sistem yang kuat sampai di masyarakat, penanganan anak yang menghadapi persoalan bisa dilakukan lebih dini.
“Kalau sistemnya kuat sampai di masyarakat, kita bisa lebih cepat mengetahui ketika ada anak yang menghadapi persoalan. Ini yang perlu terus dibangun,” katanya. (Adv)