Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) IV Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang dijadwalkan berlangsung pada 25–27 November mendatang. Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau Ernes Silvanus menegaskan bahwa gelaran ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di wilayah perbatasan tersebut.
MALINAU — Penunjukan Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah Pesparani IV Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026 dianggap sebagai amanah besar dalam menjaga harmoni sosial. Pesta Paduan Suara Gerejani yang dijadwalkan berlangsung pada 25–27 November mendatang itu diharapkan menjadi ajang pembinaan umat sekaligus perekat kebersamaan lintas denominasi di Kaltara.
“Prinsipnya Malinau siap. Kita sudah pernah beberapa kali menjadi tuan rumah kegiatan kerohanian tingkat provinsi,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau Ernes Silvanus di Malinau, Kamis.
Kesiapan Malinau bukan tanpa dasar. Sebelumnya, daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini telah sukses menjadi tuan rumah Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) tingkat provinsi. Bahkan, pada tahun yang sama, Malinau juga dipercaya menghelat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-II dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltara.
Rangkaian pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi panitia lokal. Rapat persiapan bersama Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Malinau pun telah digelar di Ruang Rapat Intulun, Rabu (26/8), untuk mematangkan berbagai aspek teknis dan non-teknis.
Ernes menegaskan, Pemkab Malinau akan memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Ia berharap seluruh paroki di Kaltara, yang berjumlah 12 paroki, dapat ambil bagian dan hadir di Malinau.
“Kita berharap 12 paroki yang ada di Kaltara bisa hadir dan bersama-sama meramaikan Pesparani di Malinau. Karena ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan pembinaan umat, sekaligus memperkuat semangat toleransi dan kerukunan di Kaltara,” tuturnya.
Ditunjuknya Malinau sebagai tuan rumah merupakan kepercayaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, LP3KD, serta umat Katolik di Kaltara. “Ini amanah dan kepercayaan untuk kita,” kata Ernes menegaskan.