TARAKAN — Lapangan Tenis Indoor Telaga Keramat kembali bergemuruh kurang dari sepekan setelah turnamen sebelumnya usai. Puluhan petenis putri dari berbagai kalangan turun bertanding memperebutkan paket sembako dalam ajang bertajuk Tenis Merdeka, Senin (19/8/2026).
Turnamen ini digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mempererat kebersamaan antarpetenis putri di Tarakan. Hetty Kesumahati, salah satu petenis senior, menyebut ajang ini lebih dari sekadar kompetisi.
"Pertandingan ini ajang silaturahmi sekaligus memperingati kemerdekaan RI ke 81," ungkapnya.
Hal yang membuat turnamen ini berbeda adalah kewajiban bagi seluruh peserta untuk mengenakan kostum bernuansa merah putih. Aturan ini sengaja diterapkan panitia untuk menambah semangat kemerdekaan di tengah persaingan di lapangan.
Marlin, Ketua Penyelenggara, menegaskan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama dalam ajang ini. Ia lebih menyoroti momen kebersamaan yang terbangun antarpemain lama dan baru.
"Gak penting menang. Yang penting itu kita bisa ngumpul. Saling kenal. Kan banyak pemain-pemain baru," ujar Marlin.
Panitia membagi pertandingan ke dalam dua kategori, yakni ganda beginer untuk pemula dan intermediate untuk pemain yang sudah lebih berpengalaman. Pembagian ini dilakukan agar pertandingan berjalan seimbang dan kompetitif.
Yunita Kesuma, peserta kelas beginer, mengaku sedang giat-giatnya menekuni olahraga tenis. Ia menilai Tenis Merdeka menjadi kesempatan berharga untuk menambah jam terbang bertanding.
"Saya gak penting menang atau kalah. Tenis Merdeka ini bisa menambah pengalaman saya bertanding," katanya.
Cerita berbeda datang dari Meho, pengusaha kuliner yang baru saja mencatatkan prestasi sebagai runner up Liga Tenis Tarakan di kelas beginer. Pada turnamen kali ini, ia memutuskan naik level dan mencoba peruntungan di kelas intermediate.
"Ini pertama kali main di intermediate. Gugup. Keringat dingin. Tapi yang penting main sih," ujar Meho sambil mengelap keringat di keningnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak babak penyisihan. Suasana kekeluargaan kental terasa di sela-sela pertandingan, sejalan dengan tujuan utama panitia menghadirkan turnamen ini sebagai ajang silaturahmi warga Tarakan.