TANA TIDUNG — Suasana riuh rendah mewarnai halaman Kodim 0914/Tana Tidung pada Selasa (18/8/2026). Derai tawa dan teriakan semangat terdengar saat pasangan suami istri mengikuti lomba merias wajah dengan mata tertutup, sementara anak-anak prajurit asyik memancing kerupuk dan memecahkan telur. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang melibatkan seluruh elemen keluarga besar satuan.
Komandan Kodim (Dandim) 0914/Tana Tidung, Letkol Arm Raden Florensius Ferdian Ricarda, S.T., M.I.P., menegaskan bahwa perlombaan ini memiliki makna lebih dalam daripada sekadar euforia kemerdekaan. Ia menyebut momen ini menjadi sarana efektif untuk mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan rasa cinta Tanah Air, khususnya kepada generasi penerus.
“Ini kita laksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Tetapi bukan hanya sekadar meramaikan, kita juga ingin mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan warga Kodim, sekaligus memupuk rasa nasionalisme, termasuk kepada anak-anak,” ujar Florensius di sela-sela kegiatan.
Konsep perlombaan sengaja dikemas dengan nuansa merah putih. Seluruh peserta, baik prajurit maupun anggota Persit, menggunakan aksesori seperti ikat kepala, gelang, dan pita berwarna kebangsaan. Hal sederhana ini diharapkan mampu menjadi pengingat identitas bangsa dan perjuangan para pahlawan.
“Kita kemas bagaimana kegiatan ini bisa mengingatkan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia tidak lepas dari perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
Beragam permainan dipilih untuk mendorong kerja sama dan kekompakan. Lomba makan pisang, memindahkan karet, hingga joget balon digelar secara berpasangan maupun berkelompok. Untuk anak-anak, lomba memancing kerupuk dan memecahkan telur menjadi pilihan.
“Untuk anak-anak mungkin mereka belum sepenuhnya memahami apa arti kemerdekaan. Jadi kita ajak mereka berlomba dalam suasana gembira. Dari situ kita tanamkan bahwa kemerdekaan itu harus diisi dengan semangat dan kekompakan,” ungkap Florensius.
Florensius menegaskan bahwa esensi kegiatan ini bukanlah soal menang atau kalah. Setiap permainan mengandung nilai-nilai yang ingin ditanamkan, mulai dari kerja sama, jiwa korsa, kedisiplinan, hingga sportivitas. Menurutnya, kebersamaan adalah tujuan utama yang ingin dibangun di lingkungan keluarga besar TNI.
“Yang kita pupuk adalah kekompakan, jiwa korsa dan semangat. Ada lomba yang dilakukan berpasangan, ada juga yang berkelompok. Jadi kebersamaan itu yang paling utama,” tuturnya.
Menariknya, kegiatan ini tetap dilaksanakan meski tanpa instruksi khusus dari tingkat pusat. Florensius menyebut perayaan HUT RI telah menjadi program rutin yang melekat di satuan. Kondisi efisiensi anggaran dan kemarau panjang yang melanda tahun ini tidak menyurutkan antusiasme anggota dan keluarga.
“Halangan jangan dijadikan hambatan, tetapi jadikan tantangan. Dengan segala keterbatasan yang ada, kita tetap bisa melaksanakan kegiatan. Mungkin tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, tetapi semangat nasionalisme harus tetap kita jaga,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan agar nilai sejarah perjuangan bangsa tidak luntur, khususnya di kalangan generasi muda. Kemerdekaan yang diraih para pahlawan harus diisi dengan kegiatan positif yang menumbuhkan persatuan dan rasa cinta Tanah Air.