Harga Cabai di Timika Turun 20% Jadi Rp95 Ribu, Pasokan dari Luar Daerah Banjiri Pasar Sentral

Penulis: Jamal Nasution  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:04:15 WIB
Pedagang menata cabai di Pasar Sentral Timika, Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).

KALIMANTAN UTARA — Kabar baik bagi konsumen di Mimika. Berdasarkan pantauan dashboard Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Sentral Timika mulai melandai. Penurunan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai yang sebelumnya menjadi biang kerok inflasi di daerah ini.

Data yang dirilis Selasa (18/8/2026) menunjukkan harga yang tercatat merupakan rata-rata dari pemantauan terhadap sejumlah pedagang. Artinya, harga di lapangan bisa sedikit berbeda antara satu kios dengan kios lainnya, tergantung kualitas dan asal barang.

Cabai Rawit Merah Anjlok ke Rp95 Ribu, Ini Pemicunya

Komoditas dengan penurunan paling tajam adalah cabai rawit merah. Harganya turun sekitar 20 persen dari posisi sebelumnya yang sempat menyentuh Rp120 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp95 ribu per kilogram.

Penurunan ini bukan tanpa sebab. Disperindag mencatat lonjakan pasokan cabai dari luar daerah yang masuk ke Kabupaten Mimika dengan harga lebih murah. Masuknya pasokan ini secara langsung menekan harga jual cabai produksi petani lokal di pasar.

Kondisi serupa juga terjadi pada cabai merah besar dan cabai merah keriting yang ikut mengalami penurunan harga. Hal ini mengindikasikan rantai pasok komoditas cabai di pasar mulai pulih dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

Daging dan Ikan Stabil, Belum Ada Perubahan Signifikan

Berbeda dengan cabai, harga daging dan ikan justru terpantau relatif stabil. Daging sapi, daging ayam ras, serta ikan cakalang tercatat belum mengalami pergerakan harga yang berarti berdasarkan pemantauan terbaru Disperindag.

Stabilitas harga protein hewani ini justru menjadi catatan tersendiri. Di tengah turunnya harga cabai, konsumen tetap harus merogoh kocek lebih dalam untuk kebutuhan lauk-pauk harian.

Yang Perlu Diperhatikan: Harga di Lapangan Bisa Berbeda

Perlu digarisbawahi bahwa data yang dirilis Disperindag merupakan rata-rata dari hasil pemantauan terhadap sejumlah pedagang. Karena itu, harga di masing-masing pedagang dapat berbeda, terutama untuk kualitas cabai yang berbeda grade.

Disperindag Mimika menyatakan perkembangan harga bahan pokok ini akan terus dipantau secara berkala. Tujuannya untuk mengetahui pergerakan harga dan memastikan ketersediaan komoditas di pasar, terutama bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Mimika.

Bagi konsumen, penurunan harga cabai ini bisa dimanfaatkan untuk berbelanja lebih banyak. Namun tetap bijak dalam membeli, karena fluktuasi harga bahan pokok di daerah terpencil seperti Mimika masih sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi dari luar daerah.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: koreri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top