KALIMANTAN UTARA — Upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka berlangsung khidmat. Selain mengheningkan cipta untuk arwah para pahlawan, Presiden secara khusus memanjatkan doa bagi warga yang terdampak bencana alam di Sumatera dan NTT—sebuah pengakuan eksplisit atas situasi kebencanaan yang masih berlangsung di tengah perayaan kemerdekaan.
"Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia," kata Prabowo saat memimpin jalannya upacara.
"Serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan di wilayah-wilayah Indonesia lainnya, mengheningkan cipta mulai," sambungnya dalam momen yang sama.
Kirab tersebut menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat yang memadati area sekitar Monas sejak pagi. Kehadiran pasukan berkuda dan atribut kerajaan dalam kirab tahun ini memberi warna berbeda dari pelaksanaan upacara di tahun-tahun sebelumnya yang lebih mengedepankan formasi militer standar.
Puncak peringatan HUT ke-81 RI tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjuangan para pahlawan, tetapi juga pengingat akan solidaritas kebangsaan terhadap sesama yang tengah dilanda musibah.