Cuaca Panas Ekstrem di Kaltara, Dishut Minta Masyarakat dan Kelompok Tani Hentikan Bakar Lahan

Penulis: Indra Firmansyah  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:28:01 WIB
Cuaca panas ekstrem di Kalimantan Utara meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan, Dinas Kehutanan mengimbau masyarakat menghentikan aktivitas pembakaran lahan.

TANJUNG SELOR — Potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Utara meningkat signifikan seiring dengan kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas Kehutanan meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu munculnya api, terutama di area semak, hutan, dan lahan kering.

“Cuaca saat ini sangat panas dan kering sehingga kerawanan karhutla sangat tinggi. Jangan biarkan api kecil menjadi bencana besar,” ujar Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila, di Tanjung Selor, Jumat.

Dampak Karhutla Tak Hanya Rusak Hutan, tapi Juga Kesehatan Warga

Nur Laila menegaskan bahwa karhutla tidak hanya mengancam kelestarian hutan dan lingkungan. Dampaknya juga berpotensi langsung dirasakan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan jiwa.

“Aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api juga perlu dihindari, termasuk membuang puntung rokok sembarangan di kawasan semak, hutan, maupun lahan kering,” katanya menambahkan.

Masyarakat Diminta Aktif Pantau Lingkungan dan Segera Lapor Jika Ada Titik Api

Dishut Kaltara tidak hanya berhenti pada imbauan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif warga untuk melakukan pemantauan lingkungan secara mandiri. Jika menemukan asap, titik api, atau tanda-tanda potensi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), atau pihak berwenang terdekat.

18 Regu Siaga: 270 Personel dan Kelengkapan Alat Pemadam Disiapkan

Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Dishut Kaltara mengerahkan ratusan personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdal Karhutla). Mereka disebar di setiap Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) kabupaten/kota dan Kantor Dishut Kaltara.

“Setiap KPH ada tiga regu, satu regu 15 orang dan kantor dinas sendiri ada tiga regu. Jadi total ada 18 regu yang siap memang turun ke lapangan,” sebut Nur Laila.

Selain Brigdal Karhutla, pengawasan juga diperkuat oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di lima wilayah. Rinciannya, Kabupaten Malinau memiliki 21 MPA, Tana Tidung 14 MPA, Nunukan 11 MPA, Bulungan 10 MPA, dan Kota Tarakan 4 MPA.

Dukungan Alat Berat hingga Pompa Pemadam untuk Penanganan Cepat

Kesiapan personel juga ditunjang dengan peralatan yang memadai. Dishut Kaltara saat ini memiliki 9 unit kendaraan roda enam water supply, 10 unit kendaraan roda empat slip on, 5 unit mobil personel pengendalian kebakaran hutan dan lahan (dalkarhutla), serta 2 unit speedboat.

“Kita juga ada mesin pompa pemadam portable ada 10 unit, pompa apung 4 unit, jet shooter 30 unit, selang pemadam 115 unit, alat pelindung diri 48 set dan beberapa peralatan lainnya,” pungkas Nur Laila.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top