Banjir Bandang Terjang Nunukan saat Warga Terlelap, Puluhan Mobil Hanyut dan Ratusan Rumah Terendam Lumpur

Penulis: Jamal Nasution  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 20:47:01 WIB
Warga membersihkan lumpur yang merendam rumah mereka di Nunukan Selatan setelah banjir bandang, Senin (3/8/2026).

NUNUKAN — Ratusan warga di Kecamatan Nunukan Selatan dan Nunukan harus kehilangan harta benda setelah banjir bandang merendam permukiman mereka secara tiba-tiba pada Senin (3/8/2026) dini hari. Genangan lumpur setinggi dada orang dewasa memaksa warga berjalan kaki menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi saat arus air terlalu deras untuk dilewati kendaraan.

Kawasan Jalan Sei Sembilan di Nunukan Selatan menjadi titik terdampak paling parah, disusul Jalan Sei Bilal di Kecamatan Nunukan. Derasnya arus membuat sejumlah mobil bergeser dari tempat parkir dan hanyut terbawa air sebelum akhirnya tertahan pepohonan.

Warga Panik, Tak Sempat Selamatkan Kendaraan

Cica Hernani, warga terdampak, menuturkan air sudah masuk ke rumahnya saat ia dan keluarga masih tertidur lelap. Kepanikan langsung melanda ketika permukaan air terus naik dalam hitungan menit.

"Saat itu sekitar jam tiga pagi kami masih tidur. Tiba-tiba air sudah masuk ke rumah dan terus naik. Kami panik karena arusnya sangat deras," ujarnya.

Menurut Cica, pada pukul 04.00 Wita warga sudah kehilangan kesempatan untuk memindahkan kendaraan ke tempat aman. Beberapa mobil milik tetangganya langsung terseret arus dan baru berhenti setelah menabrak batang pohon.

Air Surut, Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur

Kesaksian serupa disampaikan Ina, warga lainnya. Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga maupun kendaraan karena air datang seperti banjir bandang.

"Air datang seperti banjir bandang. Semua langsung terseret arus. Kami hanya bisa menyelamatkan diri," katanya.

Setelah air mulai surut sekitar pukul 08.00 Wita, warga bahu-membahu membersihkan rumah yang dipenuhi lumpur. Perabotan rumah tangga dijemur di halaman, sementara kendaraan yang sempat terendam diperiksa kondisinya agar dapat kembali difungsikan.

BPBD Kerahkan Personel, Pendataan Kerusakan Dimulai

Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung merespons dengan mengerahkan personel ke lokasi terdampak. Petugas membantu warga membersihkan rumah sekaligus mengevakuasi warga yang masih terjebak di sejumlah titik.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Nunukan, Yunus Randa Layuk, mengatakan pemerintah telah menginstruksikan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak dan kerusakan infrastruktur. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar penanganan lanjutan.

Hingga Senin sore, tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun, pemerintah masih menghitung jumlah rumah terdampak dan nilai kerugian, sementara warga berharap bantuan logistik dan kebutuhan dasar segera disalurkan agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: swaraborneo.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top