NUNUKAN — Status waspada cuaca ekstrem resmi berlaku di dua kabupaten di Kalimantan Utara hari ini. BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan meminta warga Nunukan dan Malinau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
Peringatan dini ini dikeluarkan untuk mengantisipasi dampak yang bisa mengganggu aktivitas harian masyarakat, terutama mereka yang bekerja di luar ruangan. Potensi genangan air, banjir di daerah rawan, serta pohon tumbang menjadi perhatian utama dalam imbauan yang dirilis Selasa (4/8/2026) tersebut.
BMKG mengidentifikasi sejumlah risiko yang menyertai potensi hujan lebat di kedua kabupaten. Selain genangan di permukiman, wilayah perbukitan di Nunukan dan Malinau juga berpotensi mengalami tanah longsor.
Angin kencang yang kerap menyertai hujan intensitas tinggi juga berpotensi menumbangkan pohon di sepanjang jalur transportasi darat. Nelayan dan pengguna transportasi sungai diminta lebih waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang cepat.
Kendati status waspada berlaku untuk Nunukan dan Malinau, BMKG memastikan tidak ada wilayah di Kalimantan Utara yang masuk kategori siaga, awas, maupun peringatan khusus angin kencang untuk hari ini. Artinya, kondisi belum mencapai level darurat, namun tetap berpotensi berkembang sewaktu-waktu.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun tidak mengabaikan perkembangan informasi. BMKG menekankan pentingnya memantau kanal resmi Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan untuk mendapatkan pembaruan cuaca terbaru.
Kelompok yang paling rentan terdampak cuaca ekstrem kali ini adalah nelayan dan masyarakat yang mengandalkan transportasi sungai. BMKG secara khusus meminta mereka untuk menghindari lokasi yang berpotensi terdampak saat hujan lebat terjadi.
Pengguna jalan darat juga diingatkan untuk berhati-hati di jalur yang rawan genangan atau pohon tumbang. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi jika intensitas hujan meningkat secara signifikan.
Informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca dapat diakses melalui kanal resmi BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu merujuk pada data resmi. (*)