BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Kalimantan Utara, Nunukan Satu-satunya Wilayah Berstatus Waspada

Penulis: Jamal Nasution  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:47:32 WIB
BMKG menetapkan status Waspada cuaca ekstrem untuk Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, hingga 3 Agustus 2026.

TARAKAN — Forecaster On Duty BMKG Kalimantan Utara memperbarui prakiraan cuaca pada Sabtu (1/8/2026) dengan menetapkan status Waspada untuk Kabupaten Nunukan. Status ini berlaku untuk periode tiga hari ke depan hingga 3 Agustus 2026, menyusul dinamika atmosfer yang terpantau masih aktif di wilayah perbatasan tersebut.

Untuk kategori Siaga yang mengindikasikan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, maupun Awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem, BMKG menyatakan nihil di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Potensi angin kencang juga tidak terdeteksi dalam pembaruan kali ini.

Dampak yang Perlu Diwaspadai saat Hujan Sedang-Lebat

Meski status Siaga dan Awas tidak berlaku, BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak lengah. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpotensi menimbulkan sejumlah gangguan.

  • Genangan air dan banjir di daerah rawan, terutama permukiman dekat aliran sungai.
  • Longsor pada kawasan berbukit yang kerap terjadi di wilayah perbatasan Nunukan.
  • Berkurangnya jarak pandang yang dapat mengganggu aktivitas transportasi darat, laut, maupun udara.

Kanal Resmi untuk Pantau Perkembangan Cuaca

BMKG mengimbau masyarakat rutin memperbarui informasi melalui aplikasi InfoBMKG, website resmi BMKG, maupun platform ISDP Cuaca. Infografis resmi juga memuat kode QR yang dapat dipindai untuk akses cepat.

Prakiraan cuaca hingga tingkat kelurahan tersedia di platform resmi BMKG. Dengan begitu, warga dapat memperoleh informasi yang lebih spesifik sesuai lokasi masing-masing, bukan hanya prakiraan umum tingkat kabupaten atau kota.

Peringatan dini ini merupakan bagian dari layanan informasi cuaca BMKG kepada masyarakat guna mendukung keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari di Kalimantan Utara. Kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis, sehingga pemantauan berkala tetap disarankan hingga masa peringatan berakhir.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: juwata.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top