TARAKAN — Abd. Azis Hasan resmi memegang jabatan tertinggi di lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tarakan. Ia dilantik sebagai Sekretaris Daerah menggantikan posisi yang sebelumnya kosong, dalam acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Ibnu Saud Is, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala perangkat daerah.
Proses seleksi yang panjang dan profesional disebut menjadi dasar pengangkatan pria yang akrab disapa Azis ini. Wali Kota Khairul secara khusus mengapresiasi kerja Panitia Seleksi (Pansel) yang telah menjalankan seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga menghasilkan figur pemimpin birokrasi yang diharapkan mampu membawa perubahan.
Di hadapan para pejabat yang hadir, Khairul tidak main-main dengan target yang ia berikan. Jabatan Sekda dinilai bukan sekadar posisi administratif, melainkan puncak karier yang menuntut tanggung jawab besar dalam mengoordinasikan seluruh lini pemerintahan.
"Sekretaris Daerah harus mampu mengorkestrasi seluruh perangkat daerah agar program dan target pembangunan dapat berjalan lebih cepat, terarah dan terukur," tegas Khairul dalam sambutannya yang dikutip dari rilis resmi yang diterima media.
Ada tiga fokus utama yang ditekankan orang nomor satu di Tarakan ini. Pertama, akselerasi pencapaian sasaran RPJMD 2025-2029. Kedua, memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat. Ketiga, mempercepat eksekusi program-program prioritas yang telah direncanakan.
Khairul menilai bahwa persoalan pembangunan dan pelayanan publik di Tarakan masih membutuhkan penyelesaian secara terpadu. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari Forkopimda hingga perangkat daerah, untuk memperkuat sinergi mendukung tugas Sekda yang baru.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjawab berbagai persoalan yang ada di lapangan. Dengan hadirnya Sekda definitif, diharapkan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan dalam satu komando yang solid dan efektif.
Pengalaman Abd. Azis Hasan di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan diyakini menjadi modal utama. Ia diharapkan mampu membawa konsolidasi birokrasi ke arah yang lebih efektif, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan target pembangunan jangka menengah dapat tercapai tepat waktu.