Polres Tarakan Soroti Dominasi Pelajar di Bawah Umur dalam Balap Liar, Edukasi Digencarkan saat MPLS

Penulis: Kemal Batubara  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 10:41:31 WIB
Petugas Satlantas Polres Tarakan memberikan arahan kepada pelajar saat kegiatan MPLS di salah satu sekolah di Kota Tarakan.

TARAKAN — Praktik balap liar di Kota Tarakan masih menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi aparat kepolisian. Pasalnya, hampir seluruh pelaku yang berhasil diamankan dalam patroli malam justru didominasi oleh anak-anak di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Tarakan, IPTU Ardi Wisnu Pradana, mengungkapkan bahwa sebagian besar dari mereka adalah pelajar SMP, SMA, dan SMK. Fenomena ini mendorong pihaknya untuk mengedepankan langkah preventif ketimbang represif.

“Sebagian besar yang kami amankan masih anak di bawah umur. Karena itu kami lebih mengedepankan pembinaan, edukasi, dan memanggil orang tua agar ada pengawasan dari rumah,” ujar Ardi kepada wartawan, baru-baru ini.

Modus Pelaku dan Kendala di Lapangan

Patroli malam hari sejatinya sudah menjadi agenda rutin Satlantas Polres Tarakan untuk membubarkan aksi balap liar. Namun, para pelaku kerap kali lolos dengan memanfaatkan celah waktu ketika petugas belum tiba di titik lokasi patroli.

Meski demikian, saat berhasil ditemukan, polisi tidak serta-merta melakukan penahanan. Selama pelaku bersikap kooperatif, petugas lebih mengutamakan pendekatan humanis. Pembinaan dan edukasi langsung di tempat menjadi langkah awal yang diambil.

Edukasi Masif saat MPLS

Momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadikan momentum strategis oleh Satlantas untuk menyasar langsung para siswa baru. Penyuluhan diberikan kepada siswa tingkat SMP, SMA, dan SMK di Kota Tarakan.

Materi yang disampaikan tidak hanya soal etika berlalu lintas, tetapi juga risiko hukum dan keselamatan yang mengintai akibat aksi balap liar. “Kami tidak bosan mengingatkan bahwa balap liar itu membahayakan diri sendiri, pengguna jalan lain, bahkan masyarakat yang menonton di sekitar lokasi,” tegas Ardi.

Tanda-tanda yang Wajib Diwaspadai Orang Tua

Kasatlantas juga meminta peran aktif orang tua dan guru untuk lebih jeli mengawasi perubahan perilaku anak. Beberapa modifikasi kendaraan yang mencolok kerap menjadi indikasi awal seorang anak mulai tergoda ikut balap liar.

“Kalau sudah terlihat ada perubahan seperti itu, jangan dibiarkan. Pengawasan dari keluarga dan sekolah sangat penting agar mereka tidak terlibat balap liar,” tandasnya.

Beberapa tanda yang disebutkan antara lain melepas spion kendaraan, mencopot pelat nomor, hingga mengganti knalpot dengan spesifikasi balap. Ardi menekankan bahwa pencegahan dari lingkungan terdekat jauh lebih efektif daripada tindakan hukum di kemudian hari.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jelajahdaerah.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top