TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih membelit koperasi kelapa sawit rakyat di daerahnya. Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Koperasi Kelapa Sawit Rakyat yang digelar DPW APKASINDO Kalimantan Utara di Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor.
Zainal mengidentifikasi tiga titik lemah yang paling krusial. Pertama, tata kelola organisasi yang belum optimal dan administrasi legalitas yang masih belum tertib. Kedua, pengelolaan keuangan yang belum akuntabel. Ketiga, keterbatasan dalam mengembangkan usaha dan mengadopsi teknologi digital.
Menurut Gubernur, koperasi tidak lagi cukup hanya berfungsi sebagai tempat menghimpun dan menjual hasil panen petani. Kelembagaan ini harus mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan kualitas dan produktivitas, serta membangun kemitraan dengan industri hilir.
Dalam sambutannya, Zainal mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Ia menilai peningkatan kapasitas pengurus koperasi menjadi prasyarat agar kelembagaan petani bisa berkembang secara profesional.
”Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum memperkuat kapasitas koperasi kelapa sawit rakyat sehingga mampu menjadi organisasi yang profesional, modern, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” ujar Zainal.
Ia menekankan, kelapa sawit merupakan komoditas unggulan Kalimantan Utara yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Koperasi, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara petani, dunia usaha, dan pemerintah.
Gubernur juga menyoroti prospek industri sawit yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan produk turunan. Selain minyak sawit mentah (CPO), komoditas ini dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah untuk kebutuhan pangan, energi, hingga program biodiesel B50.
”Semoga melalui kegiatan ini lahir koperasi-koperasi kelapa sawit rakyat yang semakin profesional, transparan, mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara yang berkelanjutan,” kata Zainal.
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan untuk memperkaya pengetahuan dan menerapkan materi yang diperoleh dalam pengelolaan koperasi di wilayah masing-masing.