NUNUKAN — Pasokan listrik yang tidak stabil menjadi kendala utama yang dihadapi peternak ayam di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Keluhan itu disampaikan langsung oleh Riswandi, pemilik peternakan ayam petelur dan pedaging di kawasan Persemaian, Kelurahan Nunukan Tengah, saat menerima kunjungan Bupati Irwan Sabri, Senin (27/7/2026).
Menurut Riswandi, ketersediaan listrik yang andal sangat memengaruhi proses pemeliharaan ayam dan produksi telur. Tanpa pasokan listrik yang memadai, sejumlah peralatan pendukung seperti pencahayaan dan sistem ventilasi kandang tidak bisa berjalan optimal.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu mencarikan solusi atas persoalan listrik yang selama ini menjadi kendala di peternakan. Dengan dukungan tersebut, peternak ayam lokal tentu akan lebih mudah mengembangkan usaha,” ujar Riswandi dalam dialog dengan bupati.
Selain soal listrik, Riswandi juga meminta pemerintah daerah turun tangan menjaga kestabilan harga telur dan daging ayam di pasaran. Ia menilai fluktuasi harga kerap merugikan peternak skala kecil dan menengah.
“Kami juga berharap ada upaya untuk menjaga harga tetap stabil, misalnya melalui operasi pasar saat harga mulai bergejolak. Dengan begitu, usaha peternak bisa terus berjalan dan masyarakat tetap mendapatkan harga yang terjangkau,” katanya.
Riswandi menambahkan, perhatian yang lebih besar terhadap sektor peternakan dapat mendorong kesejahteraan peternak sekaligus mewujudkan swasembada telur di Kabupaten Nunukan.
Menanggapi masukan tersebut, Bupati Irwan Sabri menyatakan pemerintah daerah akan mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi peternak. Ia menegaskan, sektor peternakan menjadi salah satu prioritas dalam program ketahanan pangan daerah.
“Kami ingin peternak lokal terus berkembang. Masukan yang kami terima hari ini akan menjadi bahan evaluasi untuk mencari solusi terbaik, sehingga sektor peternakan di Nunukan semakin maju dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah,” ungkap Irwan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pemkab untuk mendorong penguatan sektor peternakan sebagai penopang ekonomi lokal. Pemerintah daerah berjanji akan mengoordinasikan persoalan listrik dengan pihak terkait di tingkat provinsi maupun pusat.