TANJUNG SELOR — Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa realisasi penyaluran Bio Solar hingga Kamis (23/7) telah mencapai 107,9 persen dari kuota berjalan. Angka ini menunjukkan lonjakan konsumsi yang signifikan, terutama saat kendaraan datang secara bersamaan pada jam-jam tertentu.
“Pasokan BBM di SPBU Sengkawit aman dan pelayanan tetap berjalan normal. Hal ini menunjukkan tingginya konsumsi Bio Solar, terutama ketika kendaraan datang secara bersamaan pada waktu tertentu,” ujar Edi dalam keterangan tertulis yang diterima di Tanjung Selor, Senin.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Edi mengungkapkan bahwa antrean panjang didominasi oleh kendaraan pengguna Bio Solar dari luar Kabupaten Bulungan maupun luar Provinsi Kalimantan Utara. Kondisi ini turut memicu kesan antrean yang lebih panjang dari biasanya.
Pertamina memastikan penyaluran BBM ke SPBU dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi operasional. SPBU lain di sekitar Tanjung Selor juga dapat menjadi alternatif pelayanan bagi warga yang ingin menghindari antrean.
Sebagai langkah pengendalian, Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, DPRD, aparat penegak hukum, Dinas Perhubungan, dan pengelola SPBU tengah membahas penerapan verifikasi STNK dalam pembelian BBM subsidi. Langkah ini bertujuan memastikan kesesuaian identitas kendaraan dengan QR Code sehingga penyaluran BBM subsidi semakin tepat sasaran.
“Penerapan verifikasi STNK serta rencana penggunaan BBM nonsubsidi bagi kendaraan berpelat nomor dari luar Kalimantan Utara masih menunggu ketentuan resmi melalui surat edaran pemerintah daerah. Pertamina siap mendukung pelaksanaannya setelah ketentuan tersebut diterbitkan,” jelas Edi.
Pertamina akan mengikuti rapat koordinasi bersama GAPENSI dan pemangku kepentingan terkait pada Selasa (28/7). Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut untuk mengevaluasi pola konsumsi, pengaturan antrean, penggunaan QR Code, serta penyaluran BBM subsidi di Kabupaten Bulungan.
Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan Dinas Perhubungan juga diperkuat untuk menertibkan kendaraan yang tetap parkir di luar area SPBU setelah selesai melakukan pengisian. Langkah ini diambil agar tidak mengganggu lalu lintas maupun menimbulkan kesan antrean yang lebih panjang.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak memarkir kendaraan di sekitar SPBU setelah selesai melakukan pengisian. Laporan mengenai pelayanan maupun dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dapat disampaikan melalui Pertamina Call Center 135 yang tersedia selama 24 jam, email pcc135@pertamina.com, atau media sosial resmi @pertamina135.