KALIMANTAN UTARA — Piala Presiden 2026 dibuka pada Sabtu (25/7/2026) di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, dengan kehadiran 24 ribu penonton. Turnamen ini diikuti delapan kontestan: Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, PSMS Medan, serta tiga wakil asing—Port FC (Thailand), Tampines Rovers (Singapura), dan DPMM (Malaysia). Ketiga klub asing tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan lawan uji tanding yang relevan dengan level kompetisi internasional.
Port FC, runner-up Liga Thailand 2025/2026, akan berlaga di Liga Champions Asia Elite 2026/2027. Tampines Rovers, peringkat kedua Liga Singapura, juga akan tampil di Liga Champions Asia II. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut kehadiran mereka sebagai ajang eksperimen untuk mengukur kemampuan tim Indonesia.
“Saya ingin melihat apakah klub-klub legendaris Indonesia mampu bersaing secara kompetitif menghadapi Port FC,” ujar Erick dalam sambutan pembukaan. Persib, yang akan bermain di Liga Champions Asia II, bisa mengasah strategi melawan Tampines Rovers. Sementara Persija, Persebaya, dan PSMS mendapat kesempatan menghadapi Port FC yang levelnya di atas rata-rata.
Hadiah juara Piala Presiden tahun ini naik menjadi Rp6 miliar, dari sebelumnya Rp4 miliar. Ketua Steering Committee Maruarar Sirait menegaskan dana berasal dari sponsor swasta, bukan BUMN atau APBN. “Saya pikir ini harus jadi model buat pengelolaan sepakbola, supaya industri olahraga kita makin maju,” katanya. Panitia juga menggandeng PwC untuk mengaudit keuangan turnamen.
Laga pembuka Persib vs Arema menjadi uji coba pengelolaan suporter. Panitia menempatkan penonton secara terpisah dan tertib, tanpa insiden berarti. Ketua Panitia Pelaksana Tsamara Amany menekankan pentingnya menjaga kepercayaan FIFA pasca-tragedi Kanjuruhan. “FIFA mengingatkan bahwa sepakbola Indonesia pernah memiliki catatan kelam. Kepercayaan yang kembali diberikan harus dijaga bersama,” kata Maruarar.
Model tata kelola penonton ini akan menjadi standar untuk kompetisi Liga Indonesia musim depan. Suporter tidak lagi dipandang sebagai “tukang rusuh”, melainkan mitra penyelenggara.
Penyelenggaraan Piala Presiden 2026 juga menggerakkan sektor ekonomi di sekitar stadion. Ketua Panitia Tsamara menyebutkan pelibatan UMKM di setiap laga. “Ada efek berganda yang ingin kami hadirkan. Kehadiran suporter dari luar daerah mendorong sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner,” jelasnya. Pada pembukaan, ribuan pelaku UMKM tercatat berjualan di area stadion, menciptakan simbiosis mutualisme antara sepakbola dan masyarakat.
Piala Presiden 2026 diharapkan menjadi metronom bagi kompetisi sepakbola Indonesia ke depan: dari segi teknis, pendanaan, hingga tata kelola suporter. Turnamen ini juga selaras dengan target besar Indonesia menuju Piala Dunia dan perbaikan citra sepakbola nasional di mata dunia.