iPhone Generasi Pertama, Nokia 8800 Arte, dan Motorola DynaTAC: Ponsel Jadul yang Harganya Tembus Ratusan Juta

Penulis: Galih Prayoga  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:46:31 WIB

KALIMANTAN UTARA — Motorola DynaTAC 8000X menempati posisi spesial sebagai salah satu ponsel genggam komersial pertama di dunia. Dirilis sebelum era smartphone dan ponsel tipis, perangkat ini menjadi tonggak sejarah dalam industri telekomunikasi.

Karena usia dan keterbatasan jumlah unit yang masih berfungsi, DynaTAC 8000X sangat langka di pasaran. Kolektor biasanya memburu unit yang masih orisinal, lengkap dengan aksesori seperti charger dan buku panduan. Harga pastinya sangat bervariasi, namun dalam lelang khusus, unit dalam kondisi baik bisa mencapai puluhan ribu dolar. Sayangnya tidak ada angka spesifik yang dirilis dalam laporan VIVA, namun statusnya sebagai barang langka membuatnya selalu dilirik.

Nokia 8800 Arte: Feature Phone Premium yang Tak Lekang Waktu

Berbeda dengan ponsel zaman sekarang, Nokia 8800 Arte adalah feature phone mewah yang mengandalkan desain. Bodi logam berkualitas tinggi dan mekanisme slider presisi menjadikannya simbol kemewahan di awal 2000-an. Produksinya terbatas, sehingga unit yang masih mulus dan lengkap dengan aksesori asli kini diburu kolektor.

Di pasar internasional, harga Nokia 8800 Arte berkisar antara US$800 hingga lebih dari US$2.000, atau setara sekitar Rp13–35 juta. Unit yang masih tersegel atau edisi khusus bahkan bisa melesat lebih tinggi. Nilai ini terus bertahan karena permintaan dari kolektor yang menginginkan ponsel lawas dengan desain ikonik.

iPhone Generasi Pertama (2007): Ponsel Bersejarah yang Tembus Rp3 Miliar

iPhone generasi pertama, yang diperkenalkan Steve Jobs pada 2007, dianggap sebagai salah satu produk paling bersejarah karena mengubah cara orang menggunakan telepon seluler. Nilai koleksinya melonjak drastis, terutama untuk unit yang masih tersegel.

Beberapa iPhone 2G 8GB yang belum pernah dibuka berhasil terjual di lelang internasional dengan harga lebih dari US$190.000, atau sekitar Rp3 miliar. Harga tersebut jauh melampaui smartphone premium modern sekalipun. Faktor utama adalah kelangkaan: unit yang benar-benar baru dalam kotak asli sangat sulit ditemukan, dan permintaan dari kolektor global terus meningkat.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa ponsel lawas bisa memiliki nilai investasi yang tak terduga. Namun perlu dicatat, harga tinggi hanya berlaku untuk unit yang masih tersegel, mint condition, atau edisi langka. Bagi konsumen awam, ponsel jadul bekas pakai biasa tentu tidak memiliki nilai jual setinggi itu. Jika Anda memiliki salah satu model ini di laci rumah, ada baiknya dicek dulu kondisinya—bisa jadi Anda sedang duduk di atas pundi-pundi rupiah.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top