TARAKAN — Status internasional Bandara Juwata Tarakan mulai membuahkan hasil bagi pelaku usaha perikanan di Kalimantan Utara. Pemerintah provinsi mengaktifkan jalur kargo udara untuk mengirim komoditas kelautan ke pasar China dan Hong Kong, memanfaatkan posisi geografis Tarakan yang menjadi titik transit alami penerbangan dari Filipina.
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Idham Chalid, mengungkapkan maskapai My Indo Airlines menjadi operator penerbangan kargo internasional tersebut. Pesawat yang digunakan memiliki daya angkut hingga 20 ton per perjalanan.
“Maskapai ini berasal dari Filipina. Karena tidak bisa terbang langsung ke China, mereka harus transit di Indonesia. Tarakan menjadi titik transit yang paling dekat, sehingga peluang ini kami manfaatkan,” jelas Idham, Senin (20/7/2026).
Hingga pertengahan 2026, aktivitas ekspor hasil perikanan dan kelautan melalui Bandara Juwata sudah tercatat dua kali dengan tujuan China dan Hong Kong. Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha untuk menjaga konsistensi pasokan agar pengiriman bisa berlangsung berkelanjutan.
Menurut Idham, pemanfaatan Bandara Juwata sebagai pintu ekspor tidak lepas dari posisi strategis Tarakan sebagai titik transit penerbangan dari Filipina menuju China. Peluang ini langsung ditangkap Pemprov Kaltara untuk mengerek volume ekspor komoditas unggulan daerah.
Selain fokus pada layanan kargo, Dishub Kaltara juga mulai menjajaki kemungkinan pembukaan rute penerbangan internasional untuk penumpang melalui Bandara Juwata Tarakan. Idham menyebut pengembangan layanan ini akan terus didorong ke depan.
“Kami akan terus mendorong pengembangan layanan ini. Di sisi lain, kami juga melakukan penjajakan agar ke depan tersedia penerbangan internasional untuk penumpang,” tutupnya.