NUNUKAN — Puluhan kader PKS dari pelosok Nunukan baru saja menuntaskan agenda yang tidak biasa. Bukan sekadar berkemah di alam terbuka, mereka menjalani tempaan fisik dan mental dalam Kemah Bela Negara (KEMBARA) di Bumi Perkemahan Mansapa. Kegiatan selama dua hari ini menjadi ajang pembentukan karakter kader partai yang digadang-gadang akan menjadi garda terdepan penjaga kedaulatan di perbatasan.
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, yang juga anggota DPRD Provinsi Kaltara, menegaskan bahwa KEMBARA adalah proses sakral. “KEMBARA bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membangun mental dan karakter. Di sinilah kader belajar tentang disiplin, kepemimpinan, kebersamaan, pengorbanan, dan ketaatan,” ujar Nasir saat menjadi pemateri Wawasan Kepartaian.
Dengan tema “Kokoh dalam Ukhuwah, Solid Membangun Struktur dan Tangguh Menjaga Perbatasan NKRI”, para peserta datang dari berbagai latar belakang profesi dan jabatan. Selama dua hari, semua sekat tersebut dilepas. Mereka hidup bersama, saling menguatkan, dan mengikuti materi mulai dari penguatan ideologi partai, wawasan kebangsaan, latihan kedisiplinan, hingga uji mental dan fisik di lapangan.
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Nunukan menghadapi tantangan unik. Menurut Nasir, menjaga kedaulatan tidak melulu soal angkat senjata. “Kami harus hadir memberikan solusi nyata atas