PHK Tak Lagi Jadi Jalan Buntu: Begini Cara Pertamina Biapkan Mantan Karyawan Jadi Juragan Omzet Rp 1,9 Juta/Minggu

Penulis: Hendri Saputra  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:54:01 WIB
Rahmadi, mantan pekerja yang terkena PHK, kini sukses mengelola warung kopi dengan omzet Rp 1,9 juta per minggu.

KALIMANTAN UTARA — Kehilangan pekerjaan bukan lagi akhir dari segalanya bagi Rahmadi (30). Duda yang menjadi tulang punggung keluarga ini sempat terpuruk setelah terkena PHK. Kini, ia mengelola warung kopi (warkop) dan mencatat omzet sekitar Rp 1,9 juta per pekan.

"Alhamdulillah, setelah ikut Program UMiMAX saya memiliki penghasilan yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bisa menjalani hidup dengan lebih tenang," ujar Rahmadi, Jumat pekan lalu.

Kisah serupa datang dari Wiwik Utami (49). Sejak suaminya di-PHK hampir dua tahun lalu, keluarganya hanya bergantung pada penghasilan sang suami sebagai pengemudi ojek online. Lewat bantuan usaha Warmindo dari program yang sama, Wiwik mulai menambah penghasilan keluarga.

Awalnya, ia hanya mengantongi kurang dari Rp 50 ribu per hari. Kini, keuntungan bersih Wiwik mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per pekan. "Yang paling saya syukuri bukan hanya tambahan penghasilannya, tetapi karena sekarang saya bisa ikut membantu keluarga dan tidak lagi selalu bergantung pada anak," ujar Wiwik.

Bukan Sekadar Bantuan Modal, Ada Pendampingan Usaha

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menjelaskan bahwa program UMiMAX (Ultra Mikro Pertamina Aksi) dirancang untuk membangkitkan energi kelompok masyarakat rentan. Program ini tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, serta penguatan kapasitas usaha.

"Program ini lahir untuk membangkitkan energi kelompok masyarakat rentang ekonomi untuk bangkit dengan membangun atau mengembangkan usaha ultra mikro," kata Baron.

Dari sisi profil peserta, sekitar 75 persen mitra UMiMAX merupakan korban PHK. Sisanya adalah pekerja informal, guru kontrak, dan masyarakat prasejahtera. Mereka mendapat hibah sarana usaha serta pelatihan agar usaha yang dijalankan bisa bertahan dan berkembang.

Omzet Rata-Rata Rp 30 Juta per Bulan, Laba Bersih Tembus Rp 858 Juta

Pertamina mencatat, para peserta program ini mampu membukukan rata-rata omzet bulanan sekitar Rp 30 juta. Beberapa di antaranya bahkan meraih laba lebih dari Rp 10 juta per bulan. Total pendapatan seluruh peserta dari Januari hingga April 2026 mencapai Rp 2,75 miliar, dengan laba bersih hingga Rp 858 juta.

Baron menambahkan, capaian ini membuktikan bahwa usaha ultra mikro memiliki peluang besar untuk berkembang ketika mendapatkan dukungan yang tepat. "Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program UMiMAX," pungkasnya.

Keberhasilan Rahmadi dan Wiwik menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, mantan pekerja yang terkena PHK bisa bangkit dan menciptakan sumber penghasilan yang lebih stabil. Pertamina pun berkomitmen memperluas jangkauan program ini agar lebih banyak masyarakat rentan yang merasakan manfaatnya.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top