Data Pelanggan Bocor Akibat Peretasan Klue, Ratusan Perusahaan Keamanan Siber Terdampak

Penulis: Indra Firmansyah  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 01:05:31 WIB
Peretasan Klue menyebabkan kebocoran data pelanggan ratusan perusahaan keamanan siber.

KALIMANTAN UTARA — Kelompok peretas Icarus mengklaim bertanggung jawab atas peretasan yang menimpa Klue, sebuah perusahaan penyedia intelijen pasar yang bermarkas di Vancouver. Peretas mengaku akan mempublikasikan data curian pada Senin (24/6) jika perusahaan tidak membayar tebusan yang diminta.

Perusahaan Keamanan Siber Jadi Sasaran Utama

Beberapa perusahaan besar di industri keamanan siber mengkonfirmasi data mereka ikut dibobol dalam insiden ini. Mereka yang terdampak antara lain Huntress, HackerOne, Jamf, Recorded Future, Tanium, Gong, Insurity, OneTrust, Snyk, Sprout Social, dan masih banyak lagi.

Modus operandinya tergolong klasik namun efektif. Klue mengakui bahwa peretas menyusup ke sistem internal pada 12 Juni menggunakan "kredensial lawas yang disusupi" (compromised legacy credential). Kredensial ini terkait dengan alat integrasi yang memungkinkan pelanggan menghubungkan data cloud mereka, seperti database Salesforce, ke akun Klue.

Database Salesforce Jadi Target Empuk

Database Salesforce kerap menjadi incaran karena banyak perusahaan menyimpan data pribadi pelanggan di dalamnya. Menurut laporan dari Huntress, data yang dicuri sebagian besar adalah informasi kontak bisnis seperti nama, alamat email, nomor telepon, jabatan, dan beberapa informasi akun pelanggan.

Setelah mengetahui insiden ini, Klue langsung memutuskan semua integrasi untuk menghentikan akses lebih lanjut. Perusahaan juga telah menunjuk firma respons insiden CrowdStrike untuk menangani peretasan ini.

Mengapa Perusahaan Middleware Makin Sering Dibobol?

Peretasan terhadap Klue menjadi contoh terbaru dari tren serangan siber yang menargetkan perusahaan penyedia layanan perantara (middleware). Dengan membobol satu titik kegagalan (single point of failure) seperti Klue, peretas bisa mencuri data dari puluhan hingga ratusan perusahaan sekaligus.

Sepanjang tahun lalu, serangan serupa juga terjadi pada Gainsight dan Salesloft. Pola yang sama juga terlihat pada insiden peretasan massal di Snowflake dan TanStack, yang diduga kuat dipicu oleh karyawan yang tidak sengaja menginstal malware pencuri kata sandi di perangkat kerja mereka.

Pertanyaan Keamanan yang Mengemuka

Hingga berita ini diturunkan, Klue belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah pelanggan yang terdampak. Perusahaan juga belum mengkonfirmasi apakah mereka telah menerima permintaan tebusan dari peretas.

Menariknya, halaman kepemimpinan eksekutif Klue saat ini tidak mencantumkan siapa yang bertanggung jawab langsung atas keamanan siber perusahaan. Situasi ini memicu spekulasi bahwa pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar setengah dari total staf (sekitar 100 orang) pada Juni tahun lalu, yang dilakukan untuk fokus pada investasi AI, mungkin berkontribusi pada celah keamanan ini.

Huntress, salah satu korban, melaporkan bahwa peretas menghubungi mereka menggunakan alamat email sebuah perusahaan Australia yang kemungkinan server-nya disalahgunakan untuk kampanye peretasan ini.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top