KALIMANTAN UTARA — Peluncuran Ferrari Luce EV berlangsung tanpa publikasi besar-besaran. Pabrikan asal Maranello itu memilih strategi diam-diam, berbeda dengan kebiasaan mereka yang biasanya menggelar pesta megah untuk model baru. Namun, begitu informasi tersebar di komunitas otomotif global, reaksi negatif langsung membanjiri forum-forum diskusi.
Dua aspek utama yang disorot adalah desain eksterior dan absennya suara khas mesin Ferrari. Banyak penggemar menganggap tampilan Luce EV terlalu futuristik dan kehilangan DNA desain klasik Ferrari. Mereka juga kecewa karena mobil listrik ini tidak menghasilkan raungan mesin V8 atau V12 yang menjadi ciri khas merek tersebut.
Beberapa forum otomotif menyebutkan bahwa Ferrari Luce EV terlihat seperti "hypercar dari merek lain" dan tidak memiliki karakter agresif khas kuda jingkrak. Kritik ini cukup keras mengingat Ferrari selalu dikenal dengan desain yang ikonik dan suara mesin yang emosional.
Ferrari sebenarnya telah mempersiapkan proyek ini sejak 2021. Proses pengujian dilakukan secara tertutup di sirkuit Fiorano dan beberapa lokasi rahasia di Eropa. Tujuannya adalah untuk memastikan performa dan keandalan baterai sebelum mobil dipublikasikan.
Strategi pengembangan tertutup ini memang lazim bagi Ferrari untuk menjaga kejutan. Namun, ketika mobil akhirnya diperkenalkan, ekspektasi publik yang sudah tinggi justru berbalik menjadi kekecewaan. Banyak yang merasa bahwa waktu pengujian yang panjang seharusnya menghasilkan produk yang lebih matang secara desain dan karakter.
Kritik terhadap Luce EV berpotensi mempengaruhi peta jalan elektrifikasi Ferrari. Pabrikan yang berbasis di Maranello itu sebelumnya berencana meluncurkan beberapa model hybrid dan listrik dalam lima tahun ke depan. Respons negatif terhadap model perdana bisa membuat Ferrari lebih berhati-hati dalam merancang model listrik berikutnya.
Di sisi lain, kritik ini juga menunjukkan betapa sulitnya bagi merek bersejarah seperti Ferrari untuk bertransisi ke era listrik. Penggemar setia mereka memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap suara mesin dan desain tradisional. Pasar Indonesia sendiri masih menunggu kepastian kapan Ferrari Luce EV akan diperkenalkan secara resmi di Tanah Air.
Hingga berita ini diturunkan, Ferrari belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait gelombang kritik yang menerpa Luce EV. Biasanya, pabrikan Italia itu akan merespons dalam beberapa hari setelah peluncuran jika ada isu serius. Publik masih menunggu langkah selanjutnya dari tim desain dan pemasaran Ferrari untuk meredakan kekecewaan para penggemar.
Kritikus menyarankan Ferrari untuk melakukan pendekatan berbeda pada model listrik berikutnya. Mereka berharap agar mobil listrik Ferrari tetap mempertahankan jiwa balap dan karakter desain yang langsung dikenali sebagai Ferrari, bukan sekadar mobil listrik bertenaga tinggi biasa.