TANJUNG SELOR — Meski baru sehari duduk sebagai Kepala Dispora Kalimantan Utara, Bustan langsung menyusun peta jalan pembinaan olahraga dan kepemudaan. Langkah pertama yang ia ambil adalah memetakan cabang olahraga yang potensial dikembangkan sesuai kondisi daerah.
Bustan mengaku hingga saat ini belum menerima satu pun proposal kegiatan. Namun, ia memastikan setiap program yang akan dijalankan tak akan melenceng dari aturan, kemampuan keuangan daerah, serta peta jalan olahraga nasional.
“Saya belum terima, ini baru satu hari pertama kerja. Proposal belum ada. Tentu kita akan melihat aturan yang ada, kemampuan keuangan daerah, dan peta jalan olahraga yang menjadi acuan,” kata Bustan, Senin (15/6/2026).
Pemetaan ini, kata dia, krusial agar pembinaan tidak menyebar tanpa arah. Dispora akan memilih cabang olahraga yang memiliki potensi besar di Kaltara, bukan sekadar mengejar popularitas nasional.
Bustan tak mau pembinaan olahraga hanya bergantung pada anggaran pemerintah daerah. Ia membuka peluang kerja sama dengan perusahaan dan BUMN yang berinvestasi di Kaltara.
“Saya akan mencoba tidak hanya mengandalkan APBD. Kita punya perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Kaltara. Nanti bisa kita ajak menjadi bapak angkat untuk membantu pembinaan cabang olahraga tertentu,” ujarnya.
Model bapak angkat ini, menurut Bustan, sudah terbukti di sejumlah daerah mampu mendongkrak prestasi tanpa membebani kas daerah. Perusahaan bisa mensponsori pembinaan, peralatan, hingga biaya tanding atlet.
Selain pendanaan, Bustan menyoroti pentingnya koordinasi vertikal. Ia akan menjalin komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota di Kaltara agar program pembinaan olahraga selaras dan tidak saling tabrak.
“Kita akan berkoordinasi dengan kabupaten dan kota supaya program yang dibuat selaras dan tidak tumpang tindih. Tujuannya sama, yaitu meningkatkan prestasi olahraga Kaltara,” jelasnya.
Tak hanya soal olahraga, Bustan juga memberi perhatian pada sektor kepemudaan. Dispora akan mendorong pengembangan kewirausahaan dan peningkatan kapasitas generasi muda Kaltara.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun dua sektor ini. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar olahraga dan kepemudaan Kaltara bisa terus berkembang,” tutupnya.