Banjir Tahunan Rendam 7 RT di Desa Aji Kuning, Warga Nunukan Desak Normalisasi Drainase ke Laut

Penulis: Kemal Batubara  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 21:34:31 WIB
Genangan banjir setinggi puluhan sentimeter merendam tujuh RT di Desa Aji Kuning, Nunukan.

NUNUKAN — Genangan air setinggi puluhan sentimeter melumpuhkan aktivitas di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan pertokoan di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, pada Minggu (14/6/2026). Kejadian ini bukan pertama kali; warga setempat menyebut banjir telah menjadi langganan tahunan yang kian parah.

Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Aji Kuning, Asdar, menegaskan bahwa persoalan banjir di desanya sudah melampaui kemampuan gotong royong warga. “Kerja bakti memang penting untuk mengurangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Namun banjir yang terjadi di Desa Aji Kuning sudah menjadi persoalan struktural yang membutuhkan penanganan infrastruktur dalam skala lebih besar,” ujarnya.

Tujuh RT Terendam, Aktivitas Ekonomi Lumpuh

Berdasarkan data di lapangan, banjir merendam Jalan Mulawarman RT 11 dan RT 12, Jalan Pangkalan RT 04, Jalan Perbatasan RT 05, Jalan Kampung Rambutan RT 06, Jalan Pasar Minggu RT 10, serta Jalan Sejahtera RT 12. Air meluap ke kolong rumah panggung, pertokoan, fasilitas umum, hingga akses jalan utama desa.

Dampaknya langsung terasa pada sektor ekonomi. Sejumlah pertokoan terpaksa tutup karena akses transportasi terhambat. Pada kejadian banjir yang lebih besar sebelumnya, kegiatan belajar mengajar di SDN 006 Sebatik Tengah dan SMPN 1 Sebatik Tengah bahkan pernah terhenti total.

Penyebab Banjir: Drainase Tersumbat dan Pasang Laut

Selain faktor cuaca ekstrem dan pasang surut air laut, buruknya kondisi drainase menjadi penyebab utama. Sejumlah saluran mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, tersumbat sampah, dan kerusakan fisik. Kapasitas drainase yang ada dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan turun dalam waktu lama.

Kepala Desa Aji Kuning, Syarifuddin, mengakui keterbatasan anggaran desa untuk menangani persoalan ini. “Dengan keterbatasan APBDes, pemerintah desa belum mampu melakukan normalisasi drainase maupun membangun sistem pengendalian banjir dalam skala besar,” katanya.

Warga Minta Solusi Permanen, Bukan Sekadar Gotong Royong

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar BPD Aji Kuning beberapa waktu lalu, sejumlah usulan strategis mengemuka. Warga mendesak pembangunan drainase primer berkapasitas besar yang terhubung langsung ke laut, normalisasi saluran yang mengalami pendangkalan, serta peningkatan kualitas jaringan drainase di kawasan padat penduduk.

Asdar menambahkan, tanpa intervensi infrastruktur yang memadai dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, hingga pemerintah pusat, banjir akan terus menjadi ancaman tahunan. “Warga menginginkan langkah nyata melalui program penanganan banjir yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, genangan di sejumlah titik mulai surut, namun warga masih was-was menghadapi potensi hujan susulan. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum musim hujan berikutnya tiba.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: benuanta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top