KALIMANTAN UTARA — Kenaikan harga emas Antam terjadi di tengah berlanjutnya ketidakpastian pasar global. Para pelaku pasar masih mencermati data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan depan, serta sinyal kebijakan suku bunga The Fed. Emas, sebagai aset safe haven, kembali menjadi pilihan investor di tengah gejolak nilai tukar dan pasar saham.
Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga ikut naik. Antam mematok harga buyback di level Rp 2.445.000 per gram pada hari ini, naik Rp 12.000 dari posisi sebelumnya.
Selisih antara harga jual dan harga buyback mencapai Rp 266.000 per gram. Investor perlu mencermati selisih ini karena menjadi biaya yang hilang jika emas fisik dijual kembali dalam waktu singkat.
Berikut rincian harga emas Antam untuk pecahan 0,5 gram hingga 1.000 gram yang berlaku hari ini:
Pergerakan harga emas domestik tidak bisa dilepaskan dari tren emas dunia. Harga emas di pasar spot masih bertahan di atas level psikologis US$ 2.400 per troy ounce. Data terbaru menunjukkan permintaan emas dari bank sentral negara-negara berkembang masih tinggi, terutama dari China dan India.
Di sisi lain, pelemahan dolar AS dalam beberapa pekan terakhir turut mendukung penguatan harga emas. Indeks dolar AS bergerak di kisaran 104,5, level terendah dalam dua bulan terakhir.
Analis memproyeksikan harga emas masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan dalam jangka pendek. Sikap dovish The Fed dan eskalasi ketegangan geopolitik menjadi katalis utama yang mendorong investor beralih ke aset logam mulia.
Namun, investor tetap perlu waspada terhadap potensi koreksi jika data ekonomi AS mendorong The Fed kembali menunda pemangkasan suku bunga. Investasi emas mengandung risiko fluktuasi harga yang perlu dicermati.