JAKARTA — Tiga jurnalis ANTARA akan bertugas di 10 kota berbeda di tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026. Mereka adalah Aditya Pradana Putra (Meksiko dan AS), Arif Prada (Kanada dan AS), serta Michael Teguh Adiputra Siahaan (AS). Liputan berlangsung mulai 9 Juni hingga 21 Juli 2026.
Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyebut pengiriman tim lengkap — reporter dan pewarta foto — sebagai pencapaian tersendiri. Sebelumnya, hanya reporter yang mendapat akreditasi FIFA.
"Ini adalah sebuah prestasi sendiri bagi kami karena untuk pertama kalinya pewarta foto ANTARA mendapatkan akreditasi FIFA. Kali ini kami mengirimkan lengkap pewarta foto dan reporter," ujar Benny di Jakarta, Kamis.
Benny menegaskan, penugasan itu merupakan mandat ANTARA sebagai kantor berita nasional untuk mengoptimalkan peliputan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Komisi VII DPR RI.
Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro menyatakan timnya tidak hanya menyajikan dinamika pertandingan secara langsung. Mereka juga akan membawa pulang pembelajaran tentang tata kelola, profesionalisme, dan semangat kolaborasi.
"Selain menyajikan dinamika pertandingan secara langsung, kami ingin membawa pulang berbagai pembelajaran tentang tata kelola, profesionalisme, dan semangat kolaborasi yang menjadikan Piala Dunia sebagai ajang olahraga terbesar dan paling berpengaruh di dunia," kata Virgandhi.
Liputan mengusung tema "Inspirasi Daya Saing Sepak Bola dan Masyarakat Indonesia". Jurnalis ANTARA akan memotret aspek seperti crowd control, pengamanan, ticketing, dan pengaturan arus penonton untuk menginspirasi penyelenggara ajang olahraga di Indonesia.
Pewarta ANTARA juga akan menelusuri sumbangsih warga negara Indonesia di penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Baik mereka yang bertugas sebagai volunteer maupun tenaga pendukung lainnya.
Dari segi inspirasi untuk masyarakat di tanah air, para pewarta akan menggali kisah-kisah keindonesiaan dan pencapaian diaspora Indonesia di negara-negara tuan rumah.
Redaksi Olahraga berkolaborasi dengan Redaksi Foto dan Redaksi Video menerapkan format peliputan estafet di 10 kota berbeda demi efisiensi biaya. Seluruh rangkaian liputan akan disalurkan melalui program siaran langsung di lokasi serta program digital Live-Reactions di kanal YouTube dan media sosial resmi ANTARA.
Program Live-Reactions dirancang untuk memberikan analisis mendalam, paket tayangan highlight produksi redaksi video, serta komentar dari tokoh-tokoh terkemuka secara interaktif.
Rangkaian peliputan diakhiri dengan laporan langsung pertandingan final dari New York/New Jersey pada 19 Juli 2026. Momentum ini bertepatan dengan kembalinya TVRI mendapatkan hak siar Piala Dunia di wilayah Indonesia sejak terakhir kali pada 1990.