Mahasiswa Unissula Semarang Rancang Mobil Listrik Bertenaga Surya, Begini Wujudnya

Penulis: Kemal Batubara  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 08:31:02 WIB
Mahasiswa Unissula Semarang memamerkan prototipe mobil listrik tenaga surya dengan desain aerodinamis.

KALIMANTAN UTARA — Prototipe tersebut dikembangkan oleh mahasiswa dari beberapa program studi di Fakultas Teknologi Industri Unissula. Meski belum diungkap detail nama model dan spesifikasi teknis secara lengkap, foto yang beredar menunjukkan kendaraan ini memiliki desain aerodinamis dengan panel surya terintegrasi di bagian atap.

Panel Surya sebagai Sumber Tenaga Utama

Konsep utama mobil ini adalah memanfaatkan sinar matahari untuk menghasilkan listrik. Panel surya yang dipasang di bodi atas kendaraan berfungsi menangkap energi foton, lalu mengubahnya menjadi arus listrik yang disimpan di baterai. Sistem ini memungkinkan mobil beroperasi tanpa ketergantungan penuh pada listrik dari jaringan konvensional atau stasiun pengisian daya.

Langkah ini sejalan dengan tren global untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi. Namun, efisiensi panel surya pada bodi mobil masih menjadi tantangan tersendiri, terutama di kondisi cuaca mendung atau saat kendaraan diparkir di tempat teduh.

Dari Kampus untuk Masa Depan Mobilitas Hijau

Proyek ini digarap sebagai bagian dari kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di lingkungan kampus. Para mahasiswa terlibat langsung dalam proses perancangan hingga perakitan komponen. Pihak fakultas mendukung penuh inisiatif ini sebagai wadah penerapan ilmu teknik secara langsung.

Unissula, melalui Fakultas Teknologi Industri, memang kerap mendorong proyek-proyek inovatif berbasis energi terbarukan. Mobil listrik tenaga surya ini menjadi bukti bahwa riset di perguruan tinggi bisa menghasilkan produk yang relevan dengan kebutuhan industri otomotif masa depan.

Belum Ada Rencana Produksi Massal

Sampai berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai potensi produksi massal atau kerja sama dengan ATPM (Agen Pemegang Merek) tertentu. Prototipe ini masih dalam tahap awal pengembangan dan pengujian. Kemungkinan besar, kendaraan ini akan diikutsertakan dalam ajang kontes mobil hemat energi atau pameran inovasi mahasiswa tingkat nasional.

Meski begitu, kehadiran prototipe ini patut diapresiasi sebagai langkah awal dalam membangun ekosistem kendaraan listrik buatan anak bangsa. Jika dikembangkan lebih serius, bukan tidak mungkin teknologi serupa bisa diadopsi untuk kendaraan niaga atau transportasi publik di kota-kota besar Indonesia yang kaya sinar matahari.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top