KALIMANTAN UTARA — Pelatih Jesse Marsch mengonfirmasi bahwa Davies tidak hanya akan melewatkan pertandingan pertama, tetapi kemungkinan besar juga tidak tampil di laga kedua fase grup melawan Qatar pada 18 Juni. Ini pukulan telak bagi tuan rumah yang mengandalkan kecepatan sang kapten di sisi sayap.
Cedera Davies terjadi saat Bayern Munich bersua PSG di semifinal Liga Champions. Sejak itu, ia menjalani program pemulihan intensif dengan fisioterapis pribadi untuk bisa tampil di pesta sepak bola empat tahunan yang digelar di kandang sendiri.
"Kami harus pintar mengelola fase grup ini," ujar Marsch kepada CBC. Pelatih asal Amerika itu masih berharap Davies bisa kembali untuk laga ketiga melawan Swiss di Vancouver pada 24 Juni, atau setidaknya siap jika Kanada lolos ke babak gugur.
Dengan absennya Davies, tekanan langsung beralih ke striker Juventus, Jonathan David. Penyerang 25 tahun itu adalah top skor sepanjang masa Kanada dengan koleksi 39 gol. Ia musim lalu mencetak delapan gol di Serie A setelah pindah dari Lille.
David dan Davies selama ini dianggap sebagai dua figur sentral—talismen—Kanada. Tanpa Davies di kiri, kreativitas serangan kini sepenuhnya bergantung pada kemampuan David memanfaatkan peluang dari lini kedua. Skuad Kanada memang masih memiliki pemain berpengalaman seperti gelandang Villarreal, Tajon Buchanan, dan bek Celtic, Alistair Johnston. Tapi peran Davies sebagai pemecah kebuntuan sulit digantikan satu lawan satu.
Kanada tidak bisa meremehkan Bosnia. Tim besutan pelatih anyar itu lolos ke Piala Dunia setelah menyingkirkan Italia di babak play-off. Pertandingan pembuka di kandang sendiri justru bisa menjadi jebakan jika para pemain gagal mengatasi tekanan tanpa pemimpin mereka di lapangan.
Setelah Bosnia, Kanada akan menghadapi Qatar pada 18 Juni, lalu Swiss pada 24 Juni di Vancouver. Marsch yakin anak asuhnya tetap bisa melaju ke fase knockout. "Saya pikir Davies pasti siap begitu kami keluar dari grup. Dan jika kami cerdas, dia bisa siap untuk laga ketiga juga," tambahnya.