DLH Kaltara Dorong Bank Sampah Bukan Sekadar Tempat Nabung, Targetkan Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Tambah

Penulis: Hendri Saputra  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 03:18:31 WIB
DLH Kaltara dorong bank sampah berkembang menjadi pusat produksi produk bernilai tambah.

TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara menggencarkan penguatan bank sampah dan pembentukan kelompok swadaya masyarakat (KSM) sebagai garda depan pengelolaan sampah. Kepala DLH Kaltara Hairul Anwar menegaskan, partisipasi warga menjadi faktor penuh dalam menciptakan sistem yang berkelanjutan, bukan sekadar mengandalkan pemerintah.

Mengubah Fungsi Bank Sampah: dari Nabung ke Produksi

Hairul menjelaskan, sejumlah daerah di Kaltara memang sudah memiliki bank sampah yang aktif. Namun, sebagian besar masih beroperasi secara konvensional, yakni sebagai tempat menabung dan menukar sampah bernilai ekonomis. Ke depan, DLH mendorong agar bank sampah berkembang dan memiliki kapasitas mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Kami ingin bank sampah berkembang menjadi pusat pengelolaan sampah yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi. Dengan begitu manfaatnya tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Hairul Anwar, Rabu (10/6/2026).

Tantangan: Minat Warga Jadikan Sampah sebagai Usaha Masih Rendah

Meski peluang ekonomi dari sektor persampahan dinilai besar dan masih terbuka lebar, Hairul mengakui jumlah KSM yang bergerak di bidang ini masih terbatas jika dibandingkan luas wilayah Kalimantan Utara. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya minat masyarakat untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bidang usaha.

“Persampahan bukan hanya soal menjaga kebersihan lingkungan. Jika dikelola dengan baik, sektor ini juga memiliki nilai ekonomi yang dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan itu, DLH Kaltara menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan pelatihan peningkatan kapasitas. Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pihak swasta.

Harapan: Sampah Berkurang dari Sumber, Ekonomi Warga Terdongkrak

Dengan penguatan bank sampah dan KSM, pemerintah berharap pengurangan sampah dapat dimulai dari lingkungan masing-masing. Hal ini akan mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan dampak ekonomi langsung bagi warga yang terlibat.

“Harapannya semakin banyak masyarakat yang terlibat, sehingga pengurangan sampah dapat dilakukan dari sumbernya dan pada saat yang sama mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi warga,” tutup Hairul.

Reporter: Hendri Saputra
Back to top