KALIMANTAN UTARA — Optimisme Erick Thohir tidak muncul tanpa dasar. Ia merinci, peningkatan kualitas pengelolaan klub dan profesionalisme operasional pertandingan menjadi katalis utama pertumbuhan finansial liga. Performa ekonomi kompetisi tercermin dari kenaikan nilai sponsorship, kontrak hak siar televisi, dan gelontoran dana investor domestik yang kian deras.
“Persepsi global terhadap Liga Indonesia mengalami transformasi signifikan,” ujar Erick dalam kesempatan tersebut.
Menurut analisis yang dipaparkan, daya tarik komersial Liga Indonesia kini telah melampaui pesaing-pesaing terdekatnya di kawasan. Ekosistem bisnis yang lebih matang dan profesional tercipta berkat investasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk klub-klub swasta dan dukungan pemerintah melalui BUMN.
Untuk mewujudkan target ambisius menembus 10 besar liga Asia, Erick Thohir membeberkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Standar kualitas pertandingan wajib ditingkatkan, pembangunan stadion berkelas dunia dipercepat, dan talenta pemain internasional harus mulai dilirik.
Ia juga menyoroti pentingnya manajemen klub yang lebih profesional. Penerapan tata kelola korporat yang ketat dan transparansi finansial di semua level kompetisi menjadi syarat mutlak. “Komitmen membangun infrastruktur olahraga yang lebih baik menjadi salah satu fokus utama dalam roadmap pengembangan Liga Indonesia ke depan,” tegasnya.
Pandangan optimis Menteri BUMN ini sejalan dengan reformasi yang dijalankan PSSI dan operator liga. Sejumlah inisiatif telah berjalan, seperti implementasi sistem lisensi yang lebih ketat, peningkatan standar keamanan stadion, hingga pengembangan akademi untuk mencetak pemain berkualitas.
Meski momentum positif tengah tercipta, sejumlah tantangan masih membayangi. Regulasi pemain lokal, infrastruktur stadion yang belum merata, serta kesehatan finansial klub masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Dengan dukungan berkelanjutan dan inovasi, Liga Indonesia diharapkan tak hanya unggul secara komersial, tetapi juga dari segi kualitas permainan dan kelayakan investasi.