KALIMANTAN UTARA — Kabar penyesuaian harga dari beberapa pabrikan mewarnai pasar mobil hybrid dalam negeri pada awal semester kedua tahun ini. Berdasarkan data yang dihimpun redaksi dari agen pemegang merek (APM), persaingan tidak hanya terjadi di segmen harga, tetapi juga pada teknologi yang ditawarkan, mulai dari Mild Hybrid hingga Plug-in Hybrid (PHEV).
Raksasa Jepang, Toyota dan Suzuki, masih memimpin dari segi jumlah model. Suzuki mengandalkan teknologi SHVS pada Ertiga, XL7, dan Fronx dengan banderol mulai dari Rp 270 jutaan hingga Rp 330 jutaan. Sementara itu, Toyota memiliki lini hybrid paling gemuk, dari Veloz Hybrid hingga Alphard HEV, dan dikabarkan memberikan harga spesial untuk beberapa varian Veloz Hybrid bulan ini.
Namun, penetrasi pabrikan China kian agresif. GWM melalui Haval dan Tank, Chery dengan seri Tiggo CSH, serta Wuling yang baru memasarkan PHEV lewat model Eksion dan Cortez Darion di angka Rp 400 jutaan, menawarkan fitur berlimpah dengan harga kompetitif.
Yang paling menarik perhatian adalah langkah BYD. Setelah sukses dengan mobil listrik murni (BEV), pabrikan asal China ini mulai memperluas pasar dengan memboyong teknologi hibrida andalannya, BYD M6 DM (Dual Mode). Model ini mengusung teknologi DM-i generasi terbaru yang diklaim memiliki efisiensi bahan bakar superior.
Kehadiran M6 DM menjadi sinyal kuning bagi Toyota Innova Zenix Hybrid. Mengingat reputasi BYD dalam pengembangan baterai (Blade Battery) dan strategi harga agresif khas produk China, MPV ini diprediksi akan mengacak-acak segmen MPV medium hybrid yang selama ini menjadi "kerajaan" Toyota.
Berikut adalah daftar harga lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber resmi. Sebagian model mengalami kenaikan harga, seperti terlihat pada Chery Tiggo 9 CSH dan GWM Tank 300 Hybrid.
Bagi konsumen yang masih ragu beralih penuh ke mobil listrik, kehadiran BYD M6 DM dan beragam pilihan hybrid dari pabrikan China memberikan alternatif segar. Persaingan harga dan teknologi dipastikan akan semakin sengit di paruh kedua tahun 2026.